√ Jaringan Epidermis : Ciri Khas Beserta Tipenya

Diposting pada

Ciri Jaringan Epidermis

  • Ciri-ciri khas dari sel-sel epidermis ialah :
  • Sel-selnya hidup, biasanya terdiri dari satu lapis sel tunggal
  • Sel-sel rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa adanya ruang antar sel.
  • mempunyai beragam bentuk, ukuran dan susunannya
  • Tidak mempunyai klorofil
  • Dinding sel ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan dan juga ada pula yang semua sisi dindingnya tebal berlignin.

Jaringan Epidermis : Ciri Khas Beserta Tipenya

Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang terdiferensiasi struktur dan juga fungsinya (derivat atau turunanannya) antara lain:

  1. Stomata (mulut daun)

yang berfungsi untuk tempat pertukaran gas (O2,CO2, dan uap air/H2O). Stomata berupa ruang antar sel yang dibatasi oleh dua sel khas yan disebut sel penjaga. Sel penjaga dan juga lubang tersebut bersama-sama membentuk stomata.

Pada banyak tumbuhan bisa dibedakan yaitu sel pelengkap, yang merupakan dua atau lebih sel khas yang membatasi sel penjaga. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik ini yang menyebabkan gerakan sel penjaga yang mengatur lebar stomata. Letak stomata kebanyakan berada di permukaan bawah daun.Tipe utama stomata pada Dicotyledonae berdasarkan susunan sel epidermis yang berdekatan dengan sel penjaga, antara lain ialah :

Tipe anomositik (ranunculaceous), yaitu sel penjaganya dikelilingi sejumlah sel tertentu yang tidak berbeda dengan sel epidermis yang lain dalam bentuk maupun ukuran. Tipe ini umum pada Ranunculaceae, Geraniaceae, Capparidaceae, Cucurbitaceae, Malvaceae, Scrophulariaceae, Tamaricaceae, dan juga Pavaveraceae.

Tipe anisositik (cruciferous), setiap sel penjaga dikelilingi oleh tiga sel tetangga yang ukurannya tidak sama. Tipe ini umum pada Cruciferae, pada Nicotiana, Solanum, Sedum dan yang lainnya.

Tipe parasitik (rubiaceous), ialah setiap sel penjaga bergabung dengan satu atau lebih sel tetangga, sumbu membujurnya sejajar dengan sumbu sel penjaga dan apertur. Tipe ini pada Rubiaceae, Magnoliaceae, sebagian besar spesies Concovulaceae, dan juuga Mimosaceae, beberapa genus dari Papilonaceae seperti Ononis, Arachis, Phaseolus, dan juga Psoralea, dan lainnya.

Tipe diasitik (caryophyllaceous), setiap stoma dikelilingi dua sel tetangga, umumnya dinding selnya itu membuat sudut siku-siku terhadap sumbu membujur dtoma. Tipe ini umumnya pada Caryophyllaceae, Acanthaceae dan lain-lain sebagainya.

Tipe aktinositik,

yaitu stomata dikelilingi oleh lingkaran sel yang menyebar dalam radius.

  1. Trikoma,

tonjolan epidermis dan juga tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder. Trikoma berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat misalnya seperti terpen, garam dan gula. Rambut akar juga adalah bentuk lain dari trikoma yang mempunyai dinding sel tipis dengan vakuola yang besar. Fungsi lain trikoma antara lain ialah sebagai berikut:

Mengurangi penguapan (pada epidermis daun),

Meneruskan rangsang,

Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan,

Membantu penyebaran biji, dan juga

Sebagai penghasil nektar

  • Lentisel

berfungsi seperti stomata yaitu sebagai sebagai tempat keluar masuknya gas-gas ke dalam tumbuhan yang terdapat pada batang.

  • Velamen

 adalah lapisan sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung (akar udara) tumbuhan anggrek dan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan air.

  • Sel kipas

Ini tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dengan ukuran lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis di sekitarnya. apabila terjadi penguapan air yang relatif besar, sel kipas akan menggulung sehingga daun akan menggulung guna mengurangi penguapan yang lebih lanjut. Sel kipas bisa dijumpai pada epidermis atas daun familia Gramineae dan juga Cypereae.

  • Sel silica/sel gabus,

 sel epidermis seperti juga pada Pteridophita tertentu, Gymnospermae, dan beberapa Gramineae, dan juga Dicotyledonae tertentu. Pada Gramineae diantara sel epidermis batang ada yang panjang ada 2 tipe sel pendek, dianaranya yaitu sel silika dan sel gabus.

Sel silika ini berkembang penuh berisi badan silika yang merupakan massa isotrop dengan silika di bagian pusat yang berupa bulatan kecil. Pada penampang melintang, badan silika ada yang tampak bundar, elips, seperti halter, / seperti pelana. Dinding sel gabus mengandung zat gabus (suberin) dan juga banyak berisi bahan organik pada. Di atas sel pendek seringkali terdapat juga papila, duri, atau rambut.

Sel bagus kebanyakan pada kebanyakan tumbuhan berisi badan silika, dan juga pada rerumputan tertentu, badan silika juga terdapat beberapa sel panjang. Badan silika juga terdapat dalam sel epidermis khusus dari Cypereae dan juga beberapa Monocotyledonae.

  • Litokis,

sel yang mengandung sistolit. Litosis terpadat pada erpidermis daun beringin (Ficus sp.) yaitu berupa penebalan ke arah sentripetal yang tersusun atas tangkai selulosa dengan deposisi Ca-karbonat (kalsium karbonat) yang membentuk bangunan misal seperti sarang lebah yang disebut sistolit.

demikianlah artikel pembahasan mengenai √ Jaringan Epidermis : Ciri Khas Beserta Tipenya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ Ciri Pithecanthropus Erectus : Nama Penemu, dan Tempat Penemuannya
Read More  √ Pengertian Produk: Pengertian, Jenis, Klasifikasi, Cirinya
Read More  √ Pengertian Pencemaran Air: Pengertian, Sumber, Penyebab, Dampak, Contoh, Cara Menanggulangi
Read More  √ Pemerintahan Darurat Republik Indoensia: Latar Belakang dan Peranan