√ Fungsi Sosialisasi Politik: Pengertian, Tujuan, Macam dan Sarana

Diposting pada

Pengertian

Sosialisasi politik merupakan proses interaksi manusia yang memberikan pengaruh terhadap pengetahuan sistem politik, gejala-gejala politik, dan lembaga politik. Dengan adanya pengaruh ini seseorang bisa mengetahui dasar-dasar politik dengan benar.

√ Fungsi Sosialisasi Politik: Pengertian, Tujuan, Macam dan Sarana

Fungsi

  1. Mengubah,Memelihara, Membentuk, dan Mentransmisikan Kebudayaan Politik Sebuah Bangsa.

Indonesia mempunyai banyak keragaman kebudayaan yang ada pada masyarakat. Keragaman kebudayaan yang dimiliki salah satunya adalah kebudayaan politik. Kebudayaan politik memiliki fungsi dan peranan yang penting dalam menjaga kelangsungan sistem kemasyarakatan.

  1. Memelihara

    kebudayaan politik suatu bangsa

Seperti yang kita tau Indonesia menganut sistem politik demokratis. Hal tersebut berarti dalam melakukan kegiatan atau proses politik, negara dan pemerintah mesti melibatkan masyarakat. Budaya politik awal yang telah berubah sesuai dengan perkembangan zaman perlu dipelihara supaya kebudayaan politik yang sudah terbentuk tidak hilang. Meskipun kebudayaan politik bisa berubah, ada nilai-nilai dalam kebudayaan politik yang tak berubah terutama yang berhubungan dengan peraturan perundang-undangan. Pemeliharaan kebudayaan politik diatur serta dilindungi dalam undang-undang dengan tujuan supaya kebudayaan politik yang sudah terbentuk tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang ada.

  1. Meningkatkan Pemahaman dan Pengetahuan Seseorang Tentang Dunia Politik.

Tidak semua orang memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai politik yang sama. Oleh karena itu sosialisasi politik diperlukan dalam menyelenggarakan kehidupan politik di masyarakat. Sosialisasi politik bisa meningkatkan pemahaman dan pengetahuan seseorang tentang dunia politik yang ada.

  1. Mengajarkan Nilai-nilai yang ada Di Politik.

Nilai-nilai atau keyakinan yang ada di politik adalah sikap yang dimiliki oleh individu pada sistem politik berserta komponen-komponennya. Nilai-nilai dalam politik mengajarkan masyarakat untuk menjadikan politik itu sebagai suatu budaya. Budaya politik yang ajarkan lewat nilai-nilai yang berlaku dalam politik menjadi suatu orientasi secara psikologis pada sistem politik yang mengalami proses internasilasi diri ke dalam bentuk orientasi secara kognitif, afektif, dan evaluasi.

Tujuan

  1. Bertujuan Untuk memperluas penahanan dan penghayatan wawasan pada masalah politik.
  2. Politik yang berkembang bisa meningkatkan kualitas berpolitik sesuai aturan hukum yang ada.
  3. Bisa meningkatkan kualitas kesadaran politik rakyat menuju peran aktif dan partisipasinya pada pembangunan politik bangsa secara keseluruhan.

Macam-macam

  1. Pendidikan Politik

Pendidikan Politik adalah proses dialogis yang bertujuan supaya anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma serta simbol politik negaranya. Hal tersbut biasa dilakukan lewat kegiatan kursus, latihan kepemimpinan, diskusi, atau keikutsertaan dalam berbagai pertemuan formal ataupun informal.

  1. Indoktrinasi Politik

Indoktrinasi Politik adalah proses sosialisasi yang dilaksanakan untuk memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat supaya menerima nilai, norma, dan simbol politik. Hal tersebut biasanya dilakukan secara satu arah dengan memakai cara paksaan psikologis.

Sarana

  1. Keluarga

Keluarga menjadi sarana tetap dalam contoh sosialisasi primer khususnya di bidang politik, dengan keluarga memperkenalkan cara mencapai kekuasaan dapat dilakukan. Keluarga bagian inti proses pengenalan setiap individu pertama kali didapatkan.

  1. Sekolah

Tahap sosialisasi selanjutnya adalah pada sekolah yang menjadi lembaga pendidikan. Di sekolah siswa diajarkan untuk mempunyai wawasan politik, baik dalam bentuk mata pelajaran ataupun di dalam bentuk aplikasinya. Misalnya pemilihan ketua Osis, MPK, dan lain sebagainya.

  1. Peer groups

Sarana sosialisasi politik bisa di dapatkan di group-group dalam diksuis ilmiah. Peran sareanan penanaman politik di dalam hal tersebut cukup signifikan, lantaran setiap masyarakat akan melaksanakan. Bahkan banyak organisasi-organisasi kampus secara tak langsung menerapkan kajian tentang perpolitikan. Misalnya HMI, PMIIataupun KAMMI yang setiap saat melaksanakan kajian dan pengenalan pada politik.

  1. Media Massa

Saran pengungkapan selanjutnya dilaknasakan dalam media masa, dalam bentuk artikel maupun essay ilmiah mengenai wawasan tentang politik. Kajian dalam media masa ini tidak hanya meliputi online akan namun ofline yang mengulas lebih dalam untuk urusan perpolitikan.

  1. Pemerintah

Saran sentral dan yang paling penting dalam sosialisasi politik ialah pemerintah, lewat sistem kekuasaan yang mengatur masyarakat secara langsung pemerintah wajib memberikan teladan yang baik pada perpolitikan yang di anut negaranya.

  1. Partai Politik

Familiranya, untuk urusan mencapai kekuasaan dilakukan dalam partai politik yang mempunyai fungsi dalam melestarikan budaya politik di negaranya. Dalam kajian partai politik setiap orang yang mau mencapai kekuasaan, khsususnya sistem pemerintahan demokratis seperti Indonesia haruslah lewat partai politik

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Fungsi Sosialisasi Politik: Pengertian, Tujuan, Macam dan Sarana, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya,

baca juga ;

Read More  √ Fungsi Pers: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Ciri, Jenis
Read More  √ Fungsi Mahkamah Agung: Pengertian, Fungsi, Wewenang, Struktur
Read More  √ Fungsi Komnas Ham: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Tugas Utamanya
Read More  √ 8 Hubungan UUD 1945 dengan Pancasila