√ Debat Adalah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Peran, Etika, Ciri, Struktur, Jenis, Cara

√ Debat Adalah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Peran, Etika, Ciri, Struktur, Jenis, Cara
5 (100%) 1 vote

Pengertian

Debat adalah sebuah kegiatan untuk menguji argumentasi yang dilakukan antar individu ataupun kelompok. Sementara menurut kamus besar Bahasa Indonesia, debat merupakan sebuah pembahasan mengenai sebuah hal dengan saling memberikan alasan untuk mempertahankan argumen masing-masing.

Debat Adalah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Peran, Etika, Ciri, Struktur, Jenis, Cara


Tujuan Debat

Debat mempunyai beberapa tujuan yakni meraih kemenangan atas argumentasi demi mendukung sesuatu yang mau ditegakkan atau dijalankan. Tujuan dilakukannya debat juga guna menunjukkan kebenaran atas sesuatu yang sedang dipermasalahkan, menimbulkan pro dan kontra, dan sebagainya. Tujuan yang mau dicapai dengan debat bergantung pada peserta dan anggota yang diundang, mosi atau permasalahan, waktu, dan tempat debat.


Fungsi Debat

Debat juga memiliki fungsi yakni sebagai ajang untuk melatih keberanian dalam beragumentasi di depan umum, melatih berbicara terutama menanggapi argumen lawan bicara. Debat juga bisa meningkatkan kemampuan merespon suatu masalah dengan cepat dan tepat lewat sikap dan cara berpikir kritis terhadap sebuah topik, dan menambah pemahaman sebuah konsep atau teori terutama yang berkaitan dengan materi.


Peran Debat

Debat memiliki peran yang sangat penting dalam pemutusan perundang-undangan oleh legislatif, dalam bidang hukum contohnya saat dilakukan pengadilan terdakwa, dalam bidang pendidikan, kegiatan politik seperti penentuan calon ataupun kebijakan internal politik, bidang binis, dan perekonomian.

Di negara-negara demokratis seperti Amerika dan Indonesia, debat diperlukan dalam penentuan undang-undang maupun saat dilakukan amandemen terhadap undang-undang. Masalah yang diangkat di dalam pembahasan amandemen akan didebatkan untuk mencari mana argumentasi atau gagasan yang mendekati benar serta paling adil. Debat pun berperan dalam kemajuan bisnis perusahaan khususnya saat penentuan langkah-langkah visioner untuk memajukan perusahaan.


Etika Debat

Seorang yang tergabung dalam tim debat baik pro, kontra, ataupun tim netral harus menjunjung etika atau norma dalam bertanya dan berdebat. Etika bertanya dalam debat yakni bersungguh-sungguh dalam mencari data, tak menguji pembicara, pertanyaan langsung menuju ke fokus permasalahan, mengajikan pertanyaan-pertanyaan khusus, menghindari cara berpikir yang salah, tak memberi prasangka emosional saat bertanya, dan menunjukkan sikap wajar.

Sementara etika berdebat yakni mempunyai pengetahuan yang baik, pertimbangan dalam mengomunikasikan argumen atau persuasi, keterampilan dalam membuktikan kesalahan dan celah, mengerti prinsip-prinsip dalam penyampaian persuasi dan penggunaan argumentasi dalam melemahkan pernyataan lawan, penyampaian pidato ataupun argumentasi secara terarah, lancar, dan kuat, dan mengapresiasi fakta.


Unsur-Unsur Dalam Debat

  1. Mosi

Mosi merupakan topik atau bahasan yang akan diperdebatkan dan mempunyai sifat konvensional. Adanya mosi sangat penting sebab di dalam suatu debat ada pihak pro dan kontra.

  1. Debat harus mempunyai pihak pro atau pihak afirmatif yang setuju pada mosi yang sudah diberikan. Pihak pro akan memberikan pidatonya terlebih dahulu tentang alasan mengapa mendukung pernyatan di dalam mosi.
  2. Selain pihak pro, juga ada pihak oposisi atau pihak kontra yang tidak setuju dengan mosi yang telah diberikan. Pihak kontra akan memberi tanggapan terhadap pernyataan dari pihak afirmatif.
  3. Sebagai penengah antara pihak pro dan kontra, debat harus memiliki pihak netral atau pihak yang tak menaruh dukungan dan tak condong pada salah satu pihak.
  4. Dalam debat mesti ada moderator yang bertugas mempin dan mengatur jalannya debat. Tata tertib debat, memperkenalkan masing-masing pihak, serta penyampaian mosi akan dilakukan oleh moderator.
  5. Debat juga harus mempunyai peserta debat yang nantinya berhak menentukan keputusan akhir bersama juri debat. Dalam beberapa debat, peserta tak ikut andil dalam penentuan keputusan akhir namun kalau dibutuhkan voting, maka biasanya peserta akan diperhitungkan suaranya.
  6. Unsur yang terakhir yakni adanya penulis atau notulen acara yang bertugas mencatat hal-hal tentang debat yang sedang berlangsung misalnya mosi debat, pernyataan moderator, penyampaian masing-masing tim atau pihak, serta hasil keputusan akhir.

Ciri-Ciri Debat

  1. Debat mempunyai pihak yang mengarahkan jalannya debat. Biasanya yang melakukan tugas tersebut meruppakan seorang moderator.
  2. Hasil akhir atau kesimpulan debat didapat dengan cara voting ataupun keputusan juri debat.
  3. Hanya ada 2 sudut pandang yaitu pro dan kontra.
  4. Terdapat kegiatan saling beradu argumentasi untuk memperoleh kemenangan salah satu pihak.
  5. Terdapat sebuah proses untuk saling mempertahankan argumentasi di antara kedua belah pihak yang sedang berdebat (pihak pro dan kontra).
  6. Di sesi tertentu pasti ada kegiatan tanya jawab antar pihak yang berdebat terhadap dipimpin oleh moderator.

Struktur Debat

  1. Perkenalan mesti dilakukan oleh masing-masing tim atau pihak (afirmasi, oposisi, dan netral)
  2. Penyampaian argumentasi. Dalam debat, masing-masing tim pro ataupun kontra menyampaikan argumentasi atau gagasan mengenai mosi yang sudah diberikan. Penyampaian argumentasi tersebut dimulai dari tim pro, lalu tim kontra, kemudian diakhiri oleh tim netral.
  3. Melakukan debat adalah hal utama. Masing-masing tim mesti menyampaikan argumentasi maupun sanggahan kepada lawan.
  4. Kesimpulan adalah hasil akhir debat yang sebelumnya diawali dengan penutup yang disampaikan oleh masing-masing tim.
  5. Keputusan diambil dari hasil voting, mosi, resolusi, dan lainnya. Jenis keputusan ada 3 yaitu keputusan oleh para pendengar atau decision by the audience, keputusan oleh hakim atau decision by judges, seta keputusan dengan kritik atau decision by critique.

Jenis Debat

  1. Debat pemeriksaan ulangan atau cross-examination debating

Debat pemeriksaan ulangan dilakukan untuk mencari tahu kebenaran pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Dalam debat ini, diajukan beberapa pertanyaan dari saling mempunyai hubungan sehingga menyebabkan individu yang diberi pertanyaan dapat mendukung posisi yang mau ditegakkan maupun diperkokoh oleh pihak yang memberi pertanyaan.

  1. Debat Parlementer atau Assembly or Parlementary Debating

Debat parlementer dikenal dan sering disebut debat Majelis. Fungsi debat perlementer ini yakni untuk memberikan ataupun menambah dukungan pada suatu undang-undang tertentu. Di dalam debat parlementer seluruh anggota debat berhak mengajukan pendapat dan gagasannya apakah dia mendukung ata menentang usul yang sudah disampaikan sesudah diizinkan oleh majelis debat engan disertai alasan yang kuat.

  1. Debat Formal

Debat formal dikenal dan sering disebut dengan debat konfensional atau debat pendidikan. Debat formal tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing tim pembicara untuk menyampaikan kepada audiens atau peserta debat terkait beberapa argumen maupun gagasan yang bisa menunjang atau menolak usulan. Argumen yang disampaikan mesti masuk akal, jelas, dan menyangkut kebutuhan bersama.


Tata Cara Melakukan Debat

  1. Memahami dan menjalankan peraturan debat yang sudah disepakati oleh peserta dan anggota debat. Kalau seorang anggota debat melanggar peraturan maka akan berpengaruh kepada timnya.
  2. Pertanyaan yang diajukan sebaiknya disampaikan dengan profesional, tak menghina, menguji, ataupun merendahkan lawan, pertanyaan juga tak boleh menyerang lawan secara pribadi tapi fokus ke permasalahan yang sedang dibahas.
  3. Ajukan argumen dengan analisis yang kritis, masuk akal, serta runtut. Ketiga hal tersebut akan lebih baik kalau dilakukan dengan kemampuan retorika yang baik.
  4. Dalam menyampaikan gagasan kenali dan pahami kelemahan ataupun kelebihan yang dimiliki lawan. Hal tersebut sangat penting untuk menyusun strategi debat sehingga efektif dalam menyangkal dan mempengaruhi lawan bahkan seluruh peserta debat.
  5. Argumen yang disampaikan tak perlu terlalu banyak karena waktu yang terbatas. Susun argumen ke dalam poin-poin yang singkat seta lugas yang merujuk langsung ke permasalahan yang sedang didebatkan.
  6. Memahami dengan baik tekait kesalahan-kesalahan dalam berpikir terutama pada penyelesaian masalah. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui kelemahan argumentasi yang diberikan oleh lawan.
  7. Menyajikan gagasan yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Sertakan juga data-data yang valid yang bisa mendukung argumen atau gagasan.
  8. Buatlah kesimpulan yang menunjukkan pernyataan final dengan kalimat yang lugas serta langsung menuju ke titik celah lawan. Penyampaian kesimpulan tak perlu terlalu panjang cukup poin-poin yang menegaskan argumentasi serta disampaian dengan tegas untuk menunjukkan rasa percaya diri bahwa argumentasi itu benar.

demikianlah artikel  dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Debat Adalah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Peran, Etika, Ciri, Struktur, Jenis, Cara, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya

baca juga :

Read More  √ Bintang Adalah : Pengertian, Ciri, Macam, Sistem Penamaan, Proses Terbentuknya
Read More  √ Besaran Dan Satuan : Pengertian, Macam, Alat
Read More  √ Barter Adalah: Pengertian, Sejarah, Jenis, Syarat, Kekurangan dan Kelebihan
Read More  √ Atmosfer : Pengertian, Lapisan, Fungsi, Manfaat, Sifat
/* */
Click to Hide Advanced Floating Content

Send this to a friend