√Coelenterata: Pengertian, Jenis, Sistem dan Struktur Tubuh

Diposting pada
√Coelenterata: Pengertian, Jenis, Sistem dan Struktur Tubuh

Pengertian

Coelenterata meripakan salah satu anggota kingdom animalia yang masuk ke dalam hewan tidak bertulang belakang (avertebrata). Ciri utama dari coelenterata ialah mereka mempunyai rongga pada tubuh yang berbentuk seperti tabung serta mempunyai mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Secara bahasa coelenterata berasal dari bahasa yunani, yakni kata coelom yang berarti berongga dan enteron yang berarti perut.

Jenis-jenis Coelenterata

1. Hydrozoa

Kata hydrozoa berasal dari bahasa yunani yakni “hydro” berarti air dan “zoa” berarti hewan. Sesuai dengan namanya, kelompok hydrozoa paling banyak ditemukan hidup di air, baik air laut ataupun air tawar. Beberapa hydrozoa hidup secara soliter (menyendiri) tapi tidak sedikit yang hidup secara berkelompok.

Ciri-ciri Hydrozoa:

  • Biasanya berukuran 0,5-0,6 cm.
  • Berbentuk seperti silinder serta hidup di perairan dangkal.
  • Anggota hydrozoa yang hidup sebagai polip biasanya hidup soliter.
  • Ada jenis hydrozoa gabungan (polip dan medusa), mengalami pergiliran keturunan yang mana pada fase vegetatif bersifat polip sementara pada fase generatif bersifat medusa.
  • Bisa berkembangbiak secara seksual ataupun aseksual.

2. Scyphozoa

Kata sycphozoa berasal dari bahasa Yunani yakni “Scyphos” yang berarti mangkuk dan “zoa” yang berarti hewan. Ukuran tubuh dari hewan tersebut berkisar antara 2 – 40 cm.

Ciri-ciri Scyphozoa:

  • Mempunyai ciri khas, yakni tubuhnya mirip mangkok terbalik (contoh : ubuh-ubur).
  • Scyphozoa sudah mempunyai alat indera sederhana yang bisa dipakai sebagai alat keseimbangan, membedakan gelap terang serta mempunyai alat pembau.
  • Ada yang mempunyai tentakel, ada juga yang tidak mempunyai tentakel.
  • Bila anggota dari scyphozoa yang bersifat polip melakukan reproduksi secara aseksual, jadi keturunannya akan bersifat medusa.
  • Biasanya hidup di air laut.
Baca Juga :  √Mamalia : Pengertian, Ciri Dan Klarifikasi Ordo

3. Anthozoa

Kata anthozoa berasal dari bahasa Yunani yakni “antho” yang berarti bunga dan “zoa” yang berarti hewan.

Ciri-ciri Anthozoa:

  • Anthozoa tidak mempunyai bentuk medusa, dia hanya ditemukan dalam bentuk polip.
  • Mempunyai tentakel beraneka warna seperti buga.
  • Tubuhnya berbentuk silinder pendek serta mempunyai kaki sebagai cakram untuk melekatkan diri pada substrat.
  • Reproduksi seksualnya berlangsung dengan menghasilkkan gamet, sementara aseksualnya berlangsung lewat pembentukan tunas atau fragmentasi.

4. Cubozoa

Mulanya Cubozoa dimasukkan ke dalam kelas Scyphozoa, namun dikarenakan anggotanya mempunyai kesamaan dengan hydrozoa, beberapa ahli memutuskan untuk membuat keloimpoknya tersendiri. Anggota dari kelas tersebut hanya sekitar 30 jenis.

Ciri-ciri Cubozoa:

  • Kebanyakan berbentuk medusa.
  • Mempunyai tubuh yang berbentuk seperti kubus.
  • Merupakan perenang yang hebat serta mereka berenang secara horizontal.
  • Mempunyai bentuk lensa mata yang kompleks.
  • Memiliki 4 tentakel serta panjang yang mencapai 2 meter.
  • Mempunyai sistem saraf yang paling kompleks daripada anggota coelenterata yang lain.

Sistem Organ dari Coelenterata

1. Sistem Pencernaan Coelenterata

Sistem pencernaan coelenterata dibagi menjadi 2, yakni sistem pencernaan ekstraseluler serta pencernaan intraseluler. Sistem pencernaan ekstraseluler berawal dari tentakel yang menangkap mangsa, lalu memasukkannya kedalam mulut, kemudian dimasukkan ke dalam organ berbentuk seperti kantong yang disebut gastrosol, nah gastrosol lalu akan mencerna makanan tersebut dengan bantuan enzim. Kemudian berlangsung pencernaan intraseluler sesudah makanan diserap oleh gastrodermis, lalu dicerna kembali serta sari makanan disebarkan ke seluruh tubuh secara difusi (perpindahan zat dari konsentrasi tinggi sampai konsentrasi rendah). Sisa dari makanan tersebut akan dimuntahkan kembali dari tempat masuknya karena hewan ini tidak memiliki anus.

2. Sistem Reproduksi Coelenterata

Sistem reproduksi pada coelenterata bisa berlangsung secara seksual ataupun aseksual. Reproduksi seksual terjadi lewat pertemuan sel jantan serta betina dari 2 individu yang berbeda. Sementara reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tunas yang menempel pada bagian kaki. Reproduksi seksual umumnya dilakukan oleh coelenterata jenis medusa (tidak terikat pada sebuah tempat), sementara aseksual cuma dilakukan oleh coelenterata yang berjenis polip (terikat menempel pada tempat tertentu.

Baca Juga :  √Contoh Kalimat Interogatif : Pengertian, Ciri dan Jenisnya

3. Sistem Saraf Coelenterata

Sistem saraf coelenterata adalah sistem saraf sederhana berbentuk jala. Berfungsi guna mengatur pergerakan serta menanggapi rangsangan. Pusat dari sistem saraf coelenterata ialah rongga mesoglea.

4. Sistem Sirkulasi (Peredaran Darah) Coelenterata

Coelenterata belum mempunyai sistem sirkulasi, oleh sebab itu makanan diedarkan secara difusi.

5. Sistem Eksresi Coelenterata

Coelenterata tidak mempunyai alat eksresi khusus. Pembuangan dan pertukaran zat dibuang secara difusi, sisa makanan hasil metabolisme tubuh dikeluarkan lewat ostium (mulut) karena mereka tidak mempunyai anus.

6. Sistem Pernapasan Coelenterata

Pernapasan atau proses respirasi pada coelenterata terjadi secara difusi (perpindahan zat dari yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah). Proses tersebut berlangsung dengan bantuan kulit luar yang bersentuhan langsung dengan air yang mengandung oksigen. Pada bagian gastrodermis ada struktur sifinoglia yang membantu proses terjadinya pernapasan pada coelenterata.

Struktur Tubuh

Tubuh dari coelenterata ialah simetri radial, yakni bagian yang sama tersebar secara merata dengan susunan melingkar dari poros tengah. Coelenterata tidak mempunyai kepala dan segmen tubuh. Pada bagian atas tubuhnya ada bukaan yang bisa dikatakan berfungsi sebagai mulut. Bagian tersebut biasanya disebut dengan ostium serta dikelilingi oleh tentakel. Jumlah dari tentakel itu bervariasi tergantung kepada spesiesnya. Pada permukaan tentakel ada kapsul beracun yang disebut kapsul knidoblas. Kapsul tersebut mempunyai sel nematokis yang menyengat dan beracut. Tentakel pada coelenterata bisa berfungsi sebagai alat penangkap mangsa sekaligus alat pertahanan tubuh serta sebagai alat gerak. Berdasarkan bentuk tubuhnya, ada 2 jenis coelenterata, yakni yang bertubuh polip (terikat menempel pada sebuah tempat) serta jenis medusa (tak terikat pada tempat tertentu).

Tubuh coelenterata terdiri dari 2 lapisan utama, yakni lapisan luar (ektoderm) yang biasanya disebut epidermis serta lapisan dalam (endoderm) yang sering disebut gastrodermis. Diantara kedua lapisan tersebut ada rongga pemisah yang disebut mesoglea. Lapisan luar tubuh berfungsi guna melindungi tubuh dari bahaya lingkungan, sementara lapisan dalam berperan penting pada proses pencernaan. Rongga diantara lapisan dalam serta lapisan luar yang disebut mesoglea tadi disusun oleh bahan gelatin, rongga tersebut memegang peranan penting dalam sistem pernapasan serta persarafan.

Baca Juga :  √ Arti tentang Bahaya Narkoba Bagi Pelajar : Pengertian, Faktor, Dampak dan Ciri-Ciri Penyalahgunaan

Demikianlah artikle dari duniapendidikan.co.id tentang √Coelenterata: Pengertian, Jenis, Sistem dan Struktur Tubuh semoga bermanfaat

Baca Juga: