√ Chauvinisme Adalah : Pengertian, Sejarah, Ciri, Dampak dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian

Chauvinisme merupakan serangkaian paham, ajaran, yang menganggap bahwa Negara sendiri jauh lebih baik dan lebih tinggi dan lebih bermartabat dibandingkan dengan Negara maupun bangsa berdaulat lainnya dalam bentuk apapaun, baik ekonomi, pembangunan, budaya, sistem pemerintahan, maupun hal lainnya.

√ Chauvinisme Adalah : Pengertian, Sejarah, Ciri, Dampak dan Contohnya

Atau dapat juga diartikan fanatisme yang berlebihan pada orang, kelompok, Negara, bangsa sendiri dengan menganggap rendah orang, kelompok, atau Negara lain. Sederhananya Chauvinisme merupakan rasa nasionalisme yang berlebihan. Chauvinisme mengindikasikan  rasa kebangsaan yang sempit, hal ini dapat dilihat dari rendahnya rasa toleransi pada bangsa lain.

Chauvinisme tidak sekalu mengenai rasa cinta berlebihan kepada Negara. Chauvinisme dalam lingkup yang kecil dapat terlihat pada pengagungan terhadap sebuah tokoh ,

Sejarah

Kata chauvinisme tersebut berasal dari tokoh figur fiktif yang bernama Nicolas Chauvin yang merupakan tentara setia dari Napoleon Bonaparte. Walaupun Napoleon kalah dan dibuang, Namun Chauvin tetap setia. Sampai arti dan istilah chauvinisme dikonsepkan sama seperti chauvin.

Berdasarkan konsep tersebut, chauvinisme diartikan sebagai suatu paham yang cenderung bersikap loyal atau pandangan kesetiaan seseorang pada sesuatu hal. Hal tersebut memunculkan berbagai jenis chauvinisme seperti chauvisme nasionalisme, yakni sebuah paham yang percaya kepada negaranya bahkan rela berkorban.

Ciri-ciri

  1. Fanatik terhadap Negara

Sebuah Negara yang rakyatnya Memakai paham Chauvinisme akan sangat fanatik pada negaranya. Segala kebijakan yang berlaku didalam negaranya akan dianggap benar serta direspons secara positif walaupun hasilnya pun negatif.

  1. Pemimpin Negara yang revolusionis dan diktatoris

Sosok pimpinan Negara yang revolusionis dan diktatoris adalah pelecut supaya paham Chauvinisme bisa berkembang di sebuah Negara. Tak hanya mempelopori mereka cenderung untuk memaksa dengan tindakan inilah sering kali mengakibatkan korban materi serta non materi yang cukup tinggi.

  1. Diperlakukan tidak Menyenangkan

Contohnya adalah Negara Korea Selatan. Negara ini pernah diperlakukan tidak menyenangkan oleh Jepang maka dari itu semua yang berbau Jepang sangat tidak disukai oleh Negara tersebut. Mereka selalu mencoba untuk mandiri dengan mencintai apa yang ada didalam negerinya dan tak ada niatanya untuk mengimpor apapun dari Jepang.

  1. Dipergunakan dalam melancarkan tujuan tertentu

Setiap Negara/bangsa ingin menjadi nomor 1 di dunia atau setidaknya pengaruhnya dapat digunakan oleh bangsa lain. Jerman, jepang dan Italia adalah contoh Negara yang mau menjadi kekuatan superpower di Dunia. Maka dari itu, untuk memuluskan ambisinya para pemimpin Negara tersebut menerapkan paham Chauvinisme di kalangan rakyatnya.

  1. Menganggap rendah bangsa lain

Ciri-ciri yang utamanya yang melakat pada sikap chauvinisme adalah pengungkapan mengenai kondisi negara berdaulat lainnya yang dianggap tidak mempunyai pengaruh serta kekuatan tersetentu, sehingga hal tersebut memunculkan spekulasi untuk menganggap remah.

  1. Membenci Bangsa Berdaulat Lainnya

Ciri selanjutnya yang biasanya melakat pada chauvinisme  adalah dalam porsi yang parah biasanya akan membenci bangsa maupun negara lain. Dengan tanpa sebab-sebab adalah mengenyampingkan rasa kemanusiaan dan kedamaian yang ada.

Dampak dari Chauvinisme

– Akan memunculkan peperangan serta permasalahan antar bangsa dan Negara

– Memperkeruh atau merusak perdamaian dunia antar bangsa dan negara.

– Menimbulkan ketergangguan dalam pembagunan, karena perasaan tertutup pada Negara lain .

– Menjadikan jiwa seseorang menjadi lebih tertutup serta sulit bersosialisasi terhadap orang lain

– Cenderung melupakan tuhan yang maha esa sebagai pencipta alam semesta di dunia.

– Membuat seorang pemimpin tidak takut dalam menyerang negara lain demi untuk kekuasaan.

– Membuat seseorang tidak dapat berfikir positif mengenai kebaikan bangsa lain

Contoh Negara Yang Menerapkan Chauvinisme

  1. Jerman

Jerman yang pernah menjadi negara yang menerapkan ideologi atau paham chauvinisme ini yang notabene mempunyai pemimpin kejam, kaku, memusuhi kaum yahudi, anak cacat kaum kembar. Keadaan tersebut memicu terjadinya perang dunia I yang dipimpin oleh Adolf Hitler.

  1. Jepang

Jepang adalah negara yang mempunyai percepatan dalam membangkitkan negara setelah dihancurkan oleh bom atom dan juga tsunami, dan populer dengan kecerdasan terhadapat teknologi, pernah dipimpin seseorang yang chauvinisme yaitu Tenno Haika yang menganggap negara lain tidak lebih baik dibanding negaranya.

  1. Italia

Italia adalah negara yang memiliki sejarah unik, pelopor beberapa nama parfum dan menjadi fashion dunia ini, pernah dipimpin yang juga menganut paham Chauvinisme yaity B. Mussolini yang menganggap negara lain ialah negara peniru dan tidak kreatif sehingga pahamannya dikenal sombong serta kaku.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Chauvinisme Adalah : Pengertian, Sejarah, Ciri, Dampak dan Contohnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ 7 Cara Melestarikan Budaya
Read More  √ Blok Barat dan Blok Timur: Pengertian, Sejarah dan Faktor Terjadinya Pembagian
Read More  √ Cara Mengemukakan Pendapat: Pengertian, Fungsi,Caranya
Read More  √ Negara Yang Menganut Macam Ideologi Beserta Pengikutnya