√ Cerita Rakyat Sabai Nan Aluih dan Sejarahnya

Diposting pada

C

Kisah cerita dari rakyat Sumatera Barat, Rajo Babanding ini mempunyai sahabat baik tinggalnya di desa Situjuh namanya Rajo Nan Panjang. Dia merupakan saudagar kaya  yang disegani oleh warga desa Situjuh. walaupun kaya,  tetapi Rajo Nan Panjang mempunyai sifat yang buruk yakni suka memeras masyrakat sekitarnya seperti meminjamkan sejumlah uang tapi harus membayar beserta bunga sangat besar. Masyarakat desa Situjuh tak berani untuk melawan Rajo nan Panjang di karenakan beliau mempunyai tiga pengawal yang hebat namanya  Palimo Banda Dalam, Lompong Bertuah, dan Rajo nan Konkong.

Sabai Dipinang Rajo Nan Panjang

Paras cantik Sabai Nan Aluih akhirnya di dengar Rajo Nan Panjang. Ia kemudian berminat meminang putri sulung dari temannya tersebut. Rajo nan Panjang selanjutnya mengirim seorang utusann guna meminang Sabai nan Aluih. Ia pun  yakin sekali  jika Rajo Babanding pasti menerima pinangannya itu.

Utusan dari Rajo Nan Panjang akhirnya menuju  Padang Tarok. Setibanya di Padang Tarok, mereka menyampaikan pinangan dari sang raja pada ayah dari Sabai nan Aluih, bernama Rajo Babanding. Tapi ayah dari Sabai malah menolak pinangan temannya itu alasannya ia merasa malu mempunyai menantu tapi mempunyai umur sama meskipun beliau adalah orang yang kaya.

Sesudah menperoleh penolakan oleh Rajo Babanding, utusan itu langsung pulang menuju Kampung Situjuh dan menyampaikan berita itu pada Rajo Nan Panjang. Dan benar saja Rajo nan Panjang pun merasa terhina sekali akibat penolakan pinangannya itu.

Rajo Nan Panjang kemudian memutuskan datang  dan bertemu Rajo Babanding guna meminang Sabai. Pergilah Rajo nan Panjang ditemani ketiga pengawalnya. Sesudah mendengar maksud dan tujuan temannya yang ingin meminang Sabai, Rajo Babanding memberikan tawaran dengan bermusyawarah  di luar rumah, yakni pada lokasi yang namanya Padang Panahunan di hari minggu. Padang Panahunan merupakan lokasi  sepi yang dari dulu dipakai untuk berkelahi.

Baca Juga :  √Baterai : Pengertian, Jenis Dan Manfaatnya

Perkelahian Rajo Babanding dengan Rajo Nan Panjang

Rajo Babanding pun merasa kalau temannya itu sudah melanggar sikap sopan santun karena sudah berani meminang anak perempuannya secara langsung. Karena adat  negeri itu, pinangan tak bisa dikemukakan langsung  pada ayah perempuan, tetapi harus pada  adik kandung ibu dari perempuan tersebut.

Rajo nan Panjang juga tahu kalau pinangannya itu ditolak dengan cara halus dari ayah Sabai nan Aluih. Dia jugasadar kalau dirinya itu ditantang berkelahi. Dia pun menerima tantangan temannya itu dan langsung  meninggalkan rumah Rajo Babanding di penuhi rasa marah.

Sabai Nan Aluih pun cemas mendengar pembicaraan ayahnya bersama Rajo Nan Panjang. Sabai juga sadar kalau ayahnya itu menantang berkelahi Rajo Nan Panjang. Sabai merasa sangat khawatir mengenai keselamatan ayahnya itu. Namun Rajo Babanding kemudian menenangkan hati sang anak kalau dia pasti akan baik-baik saja.

sampailah pada hari yang ditentukan. pergilah Rajo Babanding menuju Padang Panahunan ditemani pembantunya namanya Palimo Parang Tagok. Rajo nan Panjang ditemani pengawal setianya namanya Palimo Banda Dalam yang telah menunggunya. ternyata Rajo nan Panjang sengaja datang lebih dulu guna mengatur rencana licik. Dia sudah memerintahkan dua pengawal yang lain yaitu Lompong Bertuah dan Rajo nan Kongkong bersembunyi pada semak-semak. Salah satu di antara mereka bersenjata senapan. Senapan tersebut untuk dipakai apabila diperlukan.

Tak lama akhirnya mereka pun bertarung dengan hebatnya. Rajo Nan Panjang dan Rajo Babanding bertarung dengan sangat habis-habisan dibantu pengawalnya masing-masing. Pertarungan itu ternyata berlangsung cukup lama, kemudian para pengawal mati duluan. Raja Babanding dan Raja Nan Panjang masih bertarung hingga kemudian Raja Babanding tertembak senapan dari salah seorang pengawal Rajo Nan Panjang yang muncul dari semak-semak. Rajo Nan Panjang tersebut ternyata curang. Rajo Babanding akhirnya tergeletak dan mati.

Baca Juga :  √ Apa Itu Inflasi : Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, Teori

Seorang penggembala tidak sengaja menyaksikan peristiwa itu. Penggembala ini selanjutnya langsung pergi menuju rumah dari Raja Babanding guna memberitahukan peristiwa itu pada keluarga dari Raja Babanding. Mendengar berita kondisi ayahnya dari penggembala, Sabai tiba-tiba lemas. Sabai kemudian mengajak adiknya Mangkutak Alam guna melihat kondisi dari sang ayah tetapi adiknya malah menolaknya  dan beralasan tak mau mencari mati.

Sabai akhirnya berlari menuju Padang Panahunan membawa sebuah senapan. Pada tengah perjalanan, Sabai bertemu Rajo Nan Panjang dengan para pengawalnya. Sabai menanyakan perihal  kecurangan Raja Nan Panjang, namun Raja Nan Panjang cuma tertawa seolah mengejek kematian dari Raja Babanding. Mendidihlah darah Sabai melihat orang yang membunuh ayahnya itu tertawa mengejek. Sabai tak dapat menahan emosinya. Kemudian Sabai langsung menembakkan senapan yang di bawanya dari rumah. Terdengar suara dentuman senjata begitu keras. Peluru menembus  dada dari Raja Nan Panjang yang langsung terhempas dari kudanya. Rajo Nan Panjang mati seketika.

Tak perduli dengan Rajo Nan Panjang,Sabai nan Aluih langsung lari menuju Padang Panahunan guna melihat nasib ayahandanya. Setibanya di lokasi itu, ia mendapati sang ayah tak bernyawa lagi. Hati Sabai sangat hancur akibat Ayahandnya yang begitu dicintainya sudah tiada untuk selamanya dansebagai pembelakehormatan dari keluarga. Tak lama kemudian, ibunda Sabai beserta rombongan warga sampai di Padang Panahunan. Jenazah Rajo Babanding selanjutnya dibawanya pulang yang kemudian akan dikebumikan secara layak.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Cerita Rakyat Sabai Nan Aluih dan Sejarahnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :