√ Cerita Rakyat Jawa Tengah : Roro Mendut

Diposting pada

1. Cerita Roro Mendut

PadaZaman Dahulu di pesisir pantai utara Pulau Jawa, tepatnya di daerah Pati, JawaTengah, terdapat sebuah desa nelayan bernama Teluk Cikal. Desa itu masuk kedalam wilayah Kadipaten Pati yang diperintah oleh Adipati Pragolo II. KadipatenPati sendiri adalah salah satu wilayah taklukan dari Kesultanan Mataram yangdipimpin oleh Sultan Agung.
Cerita Rakyat Jawa Tengah : Roro Mendut
Di Teluk Cikal, ada seorang gadis anak nelayan bernama Roro Mendut. Dia seorang gadis yang cantik rupawan. Roro Mendut pun dikenal sebagai seorang gadis yang teguh pendirian. Dia tidak sungkan-sungkan menolak para lelaki yang datang melamarnya karena dia sudah mempunyai calon suami, yaitu seorang pemuda desa yang tampan bernama Pranacitra, putra Nyai Singabarong, seorang saudagar kaya-raya.Suatu hari, berita mengenai kecantikan dan kemolekan Roro Mendut terdengar oleh Adipati Pragolo II. Penguasa Kadipaten Pati itu juga bermaksud menjadikannya sebagai selir. Sudah berkali-kali dia membujuknya, tapi Roro Mendut tetap menolak. Merasa dikecewakan, Adipati Pragolo II mengirim beberapa pengawalnya untuk menculik Roro Mendut.Saat itu, ketika Roro Mendut sedang asyik menjemur ikan di pantai seorang diri, datanglah pengawal utusan Adipati Progolo.Ayo gadis cantik, ikut kami ke keraton! kata para pengawal itu sambil menarik kedua tangan Roro Mendut dengan kasar.Lepaskan, aku! teriak Roro Mendut sambil menolak, Aku tidak ingin menjadi selir Adipati Pragolo. Aku sudah mempunyai kekasih!”Para pengawal itu tak peduli dengan rengekan Roro Mendut. Mereka terus menyeret gadis itu naik ke kuda kemudian membawanya ke keraton. Sebagai calon selir, Roro Mendut dipingit di dalam Puri Kadipaten Pati di bawah asuhan seorang dayang bernama Ni Semangka dan dibantu oleh seorang dayang yang lebih muda lagi bernama Genduk Duku.
Read More  √ 4 Fungsi Kepala Sekolah LENGKAP
Sementara Roro Mendut dalam masa pingitan, di Kadipaten Pati sedang ada masalah. Sultan Agung menuding Adipati Pragolo II sebagai pemberontak karena tak mau membayar upeti pada Kesultanan Mataram. Sultan Agung pun memimpin langsung penyerangan terhadap Kadipaten Pati.Menurut cerita, Sultan Agung tidak bisa melukai Adipati Pragolo II karena penguasa Pati itu mengenakan kere waja (baju zirah) yang tidak mempan dengan senjata apapun. Melihat hal tersebut, abdi pemegang payung sang Sultan yang bernama Ki Nayadarma pun berkata,Ampun, Gusti Prabu Izinkan hamba yang menghadapi Adipati Pragolo! kata Ki Nayadarma seraya memberi sembah.Baiklah, Abdiku pakailah tombak Baru Klinting ini! kata sang Sultan.Memegang tombak pusaka Baru Klinting, Ki Nayadarma bergegas menyerang Adipati Pragolo II. Namun, serangannya masih bisa ditepis oleh Adipati Pragolo II. Saat Adipati itu lengah, Ki Nayadarma dengan cepat menusukkan pusaka Baru Klinting ke bagian tubuh sang Adipati yang tidak terlindungi oleh baju zirah. Adipati Pragolo II pun langsung tewas.Sementara itu, para prajurit yang dikomandani panglima perang Mataram, Tumenggung Wiraguna, langsung merampas harta kekayaan Kadipaten Pati, termasuk Roro Mendut. Tumenggung Wiraguna langsung terpesona ketika melihat kecantikan Roro Mendut. Dia pun membawa Roro Mendut ke Mataram untuk dijadikan selirnya.Tumenggung Wiraguna berkali-kali membujuk Roro Mendut untuk dijadikan selir, tapi selalu ditolak. Bahkan, di hadapan panglima itu, Dia berani terang-terangan menyatakan bahwa dirinya sudah mempunyai kekasih bernama Pranacitra. Sikap Roro Mendut yang keras kepala itu membuat Tumenggung Wiraguna marah besar.Baiklah Rara Mendut Kalau kamu tidak ingin menjadi selirku, maka sebagai gantinya kamu harus membayar pajak pada Mataram! Ancam Tumenggung Wiraguna.
Read More  √Sistem Peredaran Darah Pada hewan : Terbuka dan Tertutup
Roro Mendut tidak takut mendengar ancaman itu. Dia lebih memilih membayar pajak daripada harus menjadi selir Tumenggung Wiraguna. Oleh karena masih dalam pengawasan prajurit Mataram, Roro Mendut lalu meminta izin untuk berdagang rokok di pasar. Tumenggung Wiraguna pun mengizinkan. Ternyata, dagangan rokoknya pun laku keras, bahkan, orang pun beramai-ramai membeli puntung rokok bekas isapan Roro Mendut.Suatu hari, saat sedang berjualan di pasar, Roro Mendut bertemu dengan Pranacitra yang sengaja datang mencari kekasihnya itu. Pranacitra berusaha mencari jalan untuk dapat melarikan Rara Mendut dari Mataram.Sesampainya di istana, Roro Mendut menceritakan perihal pertemuannya dengan Pranacitra kepada Putri Arumardi, salah seorang selir Wiraguna, dengan harapan bisa membantunya keluar dari istana. Roro Mendut tahu betul bahwa Putri Arumardi tidak setuju kalau Wiraguna menambah selir lagi.Putri Arumardi dan selir Wiraguna lainnya yang bernama Nyai Ajeng menyusun rencana untuk mengeluarkan Roro Mendut ke luar dari istana. Bersama dengan Pranacitra, Roro Mendut pergi untuk kembali ke kampung halamannya di Kadipaten Pati.Tapi sangat disayangkan, pelarian Rara Mendut dan Pranacitra diketahui oleh Wiraguna. Pasangan tersebut akhirnya berhasil ditemukan oleh para prajurit Wiraguna. Rara Mendut juga dibawa kembali ke Matara sedangkan secara diam-diam, Wiraguna memerintahkan abdi kepercayaannya untuk membunuh Pranacitra. Alhasil, kekasih Rara Mendut itu tewas dan dikuburkan di suatu hutan terpencil di Ceporan, Desa Gandhu, terletak 9 kilometer sebelah timur Kota Yogyakarta.Sepeninggal Pranacitra, Tumenggung Wiraguna kembali membujuk Rara Mendut supaya mau menjadi selirnya. Tapi, usahanya tetap sia-sia, Roro mendut tetap menolak. Sang Panglima juga tidak kehabisan akal. Dia kemudian menceritakan tentang kematian Pranacitra kepada Rara Mendut.Sudahlah Roro Mendut Percuma saja kamu menikah dengan Pranacitra, kata Tumenggung Wiraguna.
Read More  √ Profil dan Biografi R.A Kartini : Nama Lengkap, Pendidikan dan Keluarganya
Apa maksud, Tuan? jawab Rara Mendut mulai cemas.Pemuda yang kamu kasihi itu sudah tak ada lagi, kata Tumenggung Wiraguna.Kanda Pranacitra sudah tak ada? Ah, itu tidak mungkin terjadi Aku baru saja bertemu dengannya kemarin, jawab Roro Mendut tidak percaya.Kalau kamu tidak percaya ikutlah bersamaku, akan kutunjukkan makamnya, kata Tumenggung Wiraguna.Roro Mendut pun menurut untuk membuktikan perkataan Tumenggung Wiraguna. Betapa terkejutnya Rara Mendut ketika sampai di tempat Pranacitra dikuburkan. Dja berteriak histeris di hadapan makam kekasihnya.Kanda, jangan tinggalkan Dinda! tangis Roro Mendut.Sudahlah, Mendut! Tak ada lagi gunanya meratapi orang yang telah mati, kata WiragunaMari, kita tinggalkan tempat ini!Rara Mendut pun bangkit kemudian mengikuti Tumenggung Wiraguna sambil terus menangis. Belum jauh mereka meninggalkan tempat pemakaman tersebut, Roro Mendut pun murka dan mengancam akan melaporkan perbuatan Wiraguna kepada Raja Mataram, Sultan Agung.Tuan jahat sekali Perbuatan mu akan kulaporkan kepada Raja Mataram supaya mendapat hukuman yang setimpal! ancam Roro Mendut.Tiba tiba Tumenggung Wiraguna menjadi sangat marah. Dia kemudian menarik tangan Roro Mendut untuk dibawa pulang ke rumahnya. Tapi, gadis itu menolak serta meronta-ronta untuk melepaskan diri. Begitu tangannya terlepas, dia menarik keris milik Tumenggung Wiraguna yang terselip di pinggangnya. Roro Mendut lalu berlari menuju makam kekasihnya. Panglima itu langsung mengejarnya.Berhenti, Mendut! Teriak Wiraguna.Sesampainya di makam Pranacitra, Roro Mendut bermaksud untuk bunuh diri.Jangan, Mendut! Jangan lakukan itu!” teriak Tumenggung Wiraguna yang baru saja tiba.Tapi, semuanya sudah terlambat Roro Mendut sudah menikam perutnya dengan keris yang dibawanya. Tubuhnya langsung roboh serta tewas di samping makam kekasihnya. Melihat peristiwa tersebut, Tumenggung Wiraguna merasa sangat menyesal atas perbuatannya.Oh, Tuhan Kalau saja aku tidak memaksanya menjadi selirku, pasti Roro Mendut tidak akan nekad bunuh diri, kata Tumenggung Wiraguna.Penyesalantersebut tak ada gunanya karena semuanya telah terjadi. Untuk menebuskesalahannya, Tumenggung Wiraguna menguburkan Rara Mendut satu liang bersamaPranacitra.demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Cerita Rakyat Jawa Tengah : Roro Mendut, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.baca juga :