√ Cerita Rakyat Jakarta : Si Jampang Dari Betawi dan Penjelasannya

Diposting pada
  1. Si Jampang Dari Betawi

Jampang merupakan lelaki Betawi yang hidup pada masa penjajahan Belanda. Di terkenal tinggi ilmu silatnya. Dia Juga Pandai memainkan golok untuk senjata. Sewaktu masih muda usianya Si Jampang suka merampok. Sampai kemudian dia menikah, tetap juga kebiasaannya merampok itu masih dilakukannya. Bahkan saat istrinya meninggal dunia dan anaknya sudah beranjak remaja.

√ Cerita Rakyat Jakarta : Si Jampang Dari Betawi dan Penjelasannya

Walau dikenal sebagai perampok, Si Jampang tidak ingin anaknya itu mengikuti jalannya. Dia menyuruh anaknya menjadi ahli agama. Maka, dimasukkannyalah anaknya itu ke pesantren. Anak Si Jampang setuju masuk pesantren dengan syarat ayahnya itu menghentikan tindakan buruknya. Masak anaknya ngaji di pesantren tapi babehnya kerjanya ngerampok? Apa kata orang nanti, Be? Kata anaknnnya

Si Jampang hanya tertawa mendengar perkataan anaknya. Pada suatu hari Si Jampang mengunjungi Sarba yaitu sahabat Iamanya. Dia sudah lama tidak berkunjung. Sama sekali tidak disangkanya kalau sahabatnya itu telah meninggal dunia.

Dia ditemui Mayangsari, istri alm Sarba. Mayangsari bercerita, dia dan suaminya itu dahulu berziarah ke Gunung Kepuh Batu. Mereka berdoa di tempat itu dan memohon supaya dikaruniai anak. Sarba berjanji,kalau doanya dikabulkan, Dia akan menyumbang d2ua ekor kerbau Doa mereka akhirnya dikabulkan Tuhan. Mayangsari hamil dan akhirnya melahirkan seorang anak lelaki yang mereka namakan Abdih. Saat Abdih mulai remaja, Sarba meninggal dunia. Kata orang, suami aye itu meninggal karena lupa pada janjinya yang akan menyumbang 3 ekor kerbau ,kata istri sarba.

Melihat Mayangsari sudah menjanda sementara dirinya juga sudah menduda, Si Jampang lantas melamar Mayangsari. Tapi, Mayangsari menolak dengan kasar pinangan Si Jampang. Si Jampang yang sakit hati kemudian mencari dukun untuk mengguna-gunai Mayangsari. Dengan bantuan keponakannya yang bernama Sarpin, didapatkannya dukun tersebut. Pak Dul namanya, seorang dukun berasal dari kampung Gabus. Si Jampang langsung mengguna-gunai Mayangsari dengan guna-guna dari Pak Dul.

Mayangsari jadi gila sesudah terkena guna-guna. Dia sering berbicara dan tertawa sendiri. Abdih yang sangat prihatin juga berusaha mencari cara untuk menyembuhkan kegilaan yang dialami ibunya. Abdih lantas mencari dukun. Kebetulan dukun yang ditemuinya ialah Pak Dul dari kampung Gabus sampai Pak Dul bisa dengan mudah melepaskan gunaguna yang ada pada diri Mayangsari.

Si Jampang langsung menemui Abdih dan menyatakan minatnya untuk memperistri ibu Abdih tersebut.

Aye gak menolak pinangan Mang Jampang untuk ibu aye, tapi aye minta syarat Mang,kata Abdih.

Syarat ape yang kamu minta?

Aye minta sepasang kerbau untuk mas kawinnya emak Mang, kata Abdih

Si Jampang setuju, walau sepasang kerbau bukan masalah yang gampang untuk didapatkan Si Jampang. Si Jampang berusaha memikirkan cara untuk membeli sepasang kerbau. Teringatlah dia pada Haji Saud yang tinggal di Tambuh. Haji Saud sangat kaya, tapi sangat kikir. Si Jampang lantas menghubungi Sarpin dan mengajak keponakannya tersebut merampok rumah Haji Saud.

Rupanya, rencana perampokan itu sudah diketahui Haji Saud. Haji Saud sudah menghubungi polisi. Para polisi langsung bersiaga di sekitar rumah Haji Saud. Maka, saat Si Jampang dan Sarpin yang mengenakan baju hitam-hitam itu datang mau merampok, para polisi segera mengepungnya. Si Jampang ditangkap dan dipenjarakan Dia kemudian dijatuhi hukuman mati.

Kematian Si Jampang disambut gembira para tauke dan tuan tanah karena merasa bebas dari keonaran yang dibuat Si Jampang. Tap, kematian Si Jampang ditangisi rakyat miskin. Walau dikenal selalu perampok, tapi Si Jampang banyak memberikan bantuannya pada mereka. Kebanyakan Si Jampang membagi-bagikan hasil rampokannya terebut pada mereka yang membutuhkan. Bagi rakyat miskin, Si Jampang merupakan sosok pahlawan.

demikianlaha artikel dari duniapendididkan.co.id mengenai √ Cerita Rakyat Jakarta : Si Jampang Dari Betawi dan Penjelasannya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ Cerita Rakyat Bali
Baca Juga :  √ Cerita Dongeng Sumatera Barat
Baca Juga :  √ Cerita Legenda Gunung Merapi
Baca Juga :  √ Sejarah Geografi Dan Suku Bangsa