√ Cara Kerja Enzim : Pengertian, Mekanisme dan Teori

Diposting pada

Pengertian

Daftar Isi Artikel Ini

Enzim dalam tubuh ternyata mempunyai peranan sangat penting. Melalui dengan mekanisme ataupun cara kerja dengan tersusun sedemikian rumitnya, enzim itu bekerja dalam mempengaruhi proses dari pencernaan setiap makanan yang di konsumsi. Tanpa adanya enzim-enzim itu, makanan membutuhkan waktu cerna sangat lama sehingga bisa diserap sarinya kemudian dipakai  menopang metabolisme tubuh.

√ Cara Kerja Enzim : Pengertian, Mekanisme dan Teori

Sebagian besar enzim itu bekerja dengan khas yakni setiap jenis enzim hanya bisa bekerja di satu jenis senyawa. Ini disebabkan karena perbedaan struktur kimia pada setiap enzim yang memiliki sifat tetap. Adapun perbedaan struktur kimia masing-masing enzim itu sedikit banyak memiliki pengaruh dengan bagaimana cara kerja enzim itu sebagai biokatalisator pada proses pencernaan makanan.


Mekanisme Cara Kerja Enzim

Cara kerja enzim sebagai biokatalisator dilaksanakan melalui percepatan reaksi dengan cara menurunkan energi yang dibutuhkan dengan berlangsungnya reaksi kimia pada sel hidup. Zat yang akan dikatalis oleh enzim dikenal substrat. Substrat berikatan dengan enzim di daerah dikenal sisi aktif. Sisi aktif enzim hanya bisa berikatan pada substrat tertentu. Sehingga, enzim bekerja spesifik dan 1 jenis enzim hanya dapat terlibat pada satu jenis reaksi.

Cara kerja enzim itu terbilang unik, walaupun enzim ikut serta pada reaksi dan juga mengalami perubahan fisik selama reaksi berlangsung, enzim tetap akan kembali pada keadaan semula apabila proses reaksi sudah selesai. Proses dan cara kerja enzim dalam tubuh dapat menghasilkan senyawa intermediat di reaksi organik dengan energi yang rendah. Enzim akan merangsang laju reaksi kimia tersebut dengan pembentukan kompleks dan juga substrat sehingga bisa menekan energi aktivasi yang dibutuhkan oleh tubuh pada reaksi biokimia.

 

Untuk lebih jelas, mekanisme cara kerja enzim bisa dijelaskan pada alur berikut ini:

  • Menciptakan lingkungan yang transisinya bisa terstabilisasi guna menurunkan energi aktivasi, misalnya mengubah substrat.
  • Meminimalkan energi transisi dengan cara membuat lingkungan reaksi yang terdistribusi muatan berlawanan dan dengan tidak mengubah bentuk dari substrat sedikit pun.
  • Melalui pembentukan dari lintasan reaksi alternatif.
  • Menggiring substrat ke orientasi yang pas agar bereaksi dengan cara menurunkan entropi reaksi.

Jika ditinjau dari cara kerja enzim, bagian enzim aktif sebagai katalis akan dianggap mempunyai gugus prostetik dengan bentuk yang sangat spesifik yang hanya bisa bereaksi dengan molekul yang memiliki bentuk yang spesifik juga. Dengan anggapan itulah, sebagian ahli mengambil hipotesis kalau cara kerja enzim itu sesuai dengan teori kunci dan gembok atau dikenal lock and key yang dipopulerkan Emil Fischer, serta dari teori teori induksi pas atau dikenal induced fit dipopulerkan Daniel Kashland. 1. Teori Lock and Key.


Teori Lock and Key

Menurut dari teori lock and key, cara kerja enzim itu mirip mekanisme cara kerja kunci dan juga gembok. Enzim diianalogikan sebagai kunci yang mempunyai sisi aktif, sedangkan substratnya dianalogikan sebagai gembok. Substrat akan memasuki sisi aktif enzim seperti kunci memasuki gembok. Substrat itulah kemudian akan diubah jadi produk tertentu. Dan produk inilah kemudian dilepaskan dari sisi aktif enzim yang kemudian enzim akan siap menerima substrat baru tersebut.

Berdasarkan dari teori induksi pas atau dikenal induced fit, enzim dianalogikan bisa melakukan penyesuaian bentuk agar berikatan pada suatu substrat. Ini ditujukan agar meningkatkan kecocokan pada substrat sehingga membuat ikatan antara enzim dan juga substrat akan menjadi lebih reaktif.

Molekul enzim memiliki sisi aktif dengan tempat menempelnya substrat tersebut sehingga akan terbentuklah molekul kompleks enzim substrat. Pengikatan substrat akan menginduksi penyesuaian pada enzim itu sehingga dapat meningkatkan kecocokan antara keduanya kemudian mendorong molekul kompleks enzim-enzim substrat akan berada pada kondisi lebih reaktif. Pada saat substrat tersebut masuk pada sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif menjadi termodifikasi melingkupinya kemudian membentuk kompleks. Pada saat produk telah lepas dari kompleks, enzim akan berubah menjadi tak aktif serta menjadi bentuk yang lepas. Dan substrat yang lain pun akan kembali bereaksi pada enzim tersebut. Begitu juga seterusnya.


demikianlaha artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Cara Kerja Enzim : Pengertian, Mekanisme dan Teori, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ 10 Cara Berkomunikasi Yang Baik dan Benar
Baca Juga :  Bioma Hutan Hujan Tropis
Baca Juga :  Tenaga Kerja Adalah
Baca Juga :  Sistem Saraf Pada Manusia

 

Iklan Teks >>> https://merekbagus.co.id/