√ Barter Adalah: Pengertian, Sejarah, Jenis, Syarat, Kekurangan dan Kelebihan

Diposting pada

Pengertian

Barter merupakan kegiatan tukar menukar tidak disertai perantara uang atau alat bayar lainnya. Karena pada dasarnya manusia tidak dapat menghasilkan semua barang yang dibutuhkan. Maka dari itu manusia melakukan sistem barter, guna memperoleh barang yang mereka butuhkan.

Barter Adalah: Pengertian, Sejarah, Jenis, Syarat, Kekurangan dan Kelebihan

Barter juga dapat diartikan sebagai tukar menukar barang satu dengan barang yang lain. Pada masa itu juga sudah ditetapkan barang yang selalu dipakai untuk barter. Kelemahan barter ialah sulitnya dalam mencari orang yang sama-sama membutuhkan barang dalam satu waktu.

Karena dirasa menyulitkan dan mempunyai banyak kelemahan. Yang akhirnya mendorong manusia untuk berfikir serta membuat sistem yang lebih baik dari barter untuk memudahkan perdagangan. Dengan cara menetapkan standar barang yang dipakai untuk barter.

Sesudah manusia berhasil menemukan uang sebagai alat pembayaran utama. Sistem barter tidak lagi dipakai di masyarakat umum. Namun ada sebagian orang teguh pendirian yang tetap menggunakan sistem ini, meskipun jumlahnya sangat kecil.


Sejarah

Sistem barter ialah salah satu bentuk awal perdagangan manusia di muka bumi. Sistem tersebut memfasilitasi pertukaran barang satu dengan barang yang lain. Sistem barter dipraktekkan karena ketika itu manusia belum menemukan uang.

Sejarah sistem barter bisa ditelusuri kembali hingga tahun 6000 SM. Sistem barter pertama kali diperkenalkan pada dunia oleh suku Mesopatania. Lalu sistem barter diadopsi oleh orang Fenesia yang menukarkan barang mereka dengan masyarakat kota lain.

Sebuah sistem yang lebih baik dari barter dikenalkan pada dunia oleh orang Babilonia. Berbagai barang sudah dipakai untuk standar atau patokan sistem barter. contohnya terngkorak manusia, namun barang yang paling popular dan sering dipakai adalah garam.


Jenis-jenis

  1. Barter Langsung

Barter Langsung merupakan pertukuran barang dengan barang secara langsung.

  1. Barter Alih

Barter Alih merupakan Salah satu negara yang sedang melakukan barter tidak bisa memanfaatkan barang hasil barternya sampai mengalihkan barang itu ke negara lain

  1. Barter Imbal Beli

Barter Imbal Beli merupakan Barter karena adanya kerjasama untuk saling membeli barang atau jasa yang dibutuhkan satu sama lain.


Syarat-syarat

– Orang yang akan melakukan pertukaran harus mempunyai barang untuk ditukarkan.

– Orang yang akan melakukan pertukaran harus saling membutuhkan barang yang akan ditukarkan serta harus dilakukan pada waktu yang sama.

– Barang yang ditukarkan harus mempunyau nilai yang sama, minimal mendekati kesamaan.


Kekurangan

  1. Barang yang akan ditukar mesti di bawa

Kelemahan sistem barter yang pertama ialah barang yang akan ditukarkan harus dibawa kemana-mana. Sampai dia menemukan orang yang memiliki barang yang dia butuhkan. Itupun kalau si pemilik barang mau menukar barangnya dengan barang lain.

Jika jumlah barang yang mauu ditukarkan masih sedikit tidak akan menjadi masalah besar. Namun bayangkan kalau seseorang hanya memiliki seekor sapi dan dia menghendaki untuk menukarkan sapinya dengan orang lain.

Betapa repotnya orang itu, harus membawa sapinya kesana kemari untuk ditukarkan. Akan lebih susah lagi jika sudah membawa sapinya ke tempat yang jauh. Namun tidak ada orang yang mau menukarkan barangnya dengan sapi tersebut.

  1. Susah dalam transaksi

Untuk melakukan sebuah transaksi, mesti ada kerelaan dari kedua belah pihak. Salah satu kelemahan sistem barter ialah susahnya melakukan suatu transaksi. Karena belum tentu ada orang A menginginkan barang dari orang B.

Sebagai contoh budi memiliki dua ekor ayam, namun budi tidak memiliki beras. Budi berniat untuk menukarkan satu ekor ayamnya dengan satu kantong beras. Disaat budi menemukan orang yang memiliki beras budi melakukan transaksi dengannya, tapi orang itu menolak tawaran tersebut.

  1. Alat tukar susah untuh dipecah-pecah

Kelemahan barter selanjutnya ialah barang yang akan tukar susah untuk pecah-pecah. Sebagai contoh, jika seorang memiliki sebuah sapi dan dia menginginkan sebuah topi. Maka orang yang mempunyai sapi harus memotong sapinya untuk ditukarkan dengan topi tersebut.

  1. Sulit menentukan standart nilai tukar

Kelemahan barter selanjutnya ialah sulit menetukan nilai tukar. Contoh, seekor sapi nilainya setara dengan berapa topi? berapa beras? serta berapa kopi? Tak ada patokan khusus untuk menentukan nilai sebuah barang.

Supaya sistem ini dapat berjalan dengan baik kita harus menetukan nilai tukar setiap barang yang ada. Betapa repotnya dan sulitnya jika hal ini terjadi pada kehidupan kita.

  1. Susah untuk menyimpan kekayaan

Jika jaman sekarang masih memakai sistem barter maka semua orang kaya akan kesulitan untuk menyimpan hartanya DIkarenakan semakin kaya seseorang maka barangnya akan bertambah banyak. Itupun kalau barang yang disimpan termasuk barang-barang yang bertahan lama.

Coba bayangkan jika kita seorang petani jeruk yang sukses dan mempunyai ladang yang luas. Namun kalau tidak ada orang yang mau menukar barangnya dengan jeruk kita. Bukankah jeruk akan cepat membusuk, secara otomatis kita akan kehilangan harta kita.

  1. Akan ada pihak yang dirugikan

Alasan sistem barter tidak dipakai pada jaman sekarang karena adanya salah satu pihak yang dirugikan. Karena adanya perbedaan nilai serta kualitas barang yang ditukar dengan barang yang lain.

Sebagai contoh apabila kita memiliki seekor kambing, akan tetapi kita tidak memiliki beras. Pasti kita akan menukarkan kambing kita dengan beras. Namun jumlah beras yang kita peroleh pasti tak senilai dengan kambing milik kita.


Kelebihan

  1. Manusia akan mengenal satu sama lain

Karena sering bertukar barang akan membuat seseorang lebih mengenal antara satu sama lain. Karena dengan sistem ini orang lebih banyak bernegosiasi atau berkomunikasi atas perdagangannya itu. Tak seperti memakai uang, jika sudah membayar maka telah selesai transaksinya.

Orang yang hidup pada jaman dahulu rata-rata mereka memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. Salah satunya sebabnya ialah adanya sistem barter ini. Semakin sering orang melakukan barter maka semakin banyak juga orang yang akan dikenalnya.

  1. Akan ada pihak yang diuntungkan

Pada praktek sistem barter pasti ada salah satu pihak yang diuntungkan. Karena tak adanya nilai patokan standar antara barang satu dengan barang yang lain. Namun pasti akan ada pihak yang akan merasakan suatu kerugian.

  1. Terjadinya tolong menolong

Karena telah sering melakukan pertukaran antara pihak satu dengan pihak yang lain. Maka akan Tubuh rasa saling tolong menolong antara satu sama lain. Dan juga akan menimbulkan sikap toleransi yang besar pada sesama manusia.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Barter Adalah: Pengertian, Sejarah, Jenis, Syarat, Kekurangan dan Kelebihan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ Atmosfer : Pengertian, Lapisan, Fungsi, Manfaat, Sifat
Baca Juga :  √ Asimilasi Adalah: Pengertian, Ciri, Syarat, Faktor, Contoh
Baca Juga :  √ Apa itu Struktur Sosial : Pengertian, Bentuk, Unsur, Ciri, Fungsi, Contoh
Baca Juga :  √ Apa itu Kromosom : Pengertian, Fungsi, struktur dan Jenisnya