√ Atmosfer : Pengertian, Lapisan, Fungsi, Manfaat, Sifat

Diposting pada

Pengertian

Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Tapi secara harfiah, Atfosmer berasal dari kata Atmos yang berarti uap air (butiran-butiran air) dan Sphaira yang berarti selimut. Jadi kalau digabungkan atmosfer adalah lapisan gas atau uap air yang menyelimuti suatu planet.

Atmosfer : Pengertian, Lapisan, Fungsi, Manfaat, Sifat


Struktur Lapisan

  1. Lapisan Troposfer

Lapisan troposfer merupakan lapisan paling bawah dari atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi. Lapisan ini mempunyai ketinggian rata-rata sekitar 8 km di kutub sampai 18 km di khatulistiwa. Terdapat sekitar 80 % masa atmosfer yang menyusun lapisan troposfer.

Pada lapisan ini terjadi peristiwa-peristiwa cuaca yang cukup penting, contohnya hembusan angin, awan, hujan, halilintar, pelangi dan lain-lain. Manusia dan makhluk hidup lainnya ada pada lapisan ini dan mengalami berbagai gejala atau peristiwa cuaca dan iklim.

Ciri-ciri atau karakteristik lapisan troposfer yakni lapisan ini adalah lapisan atmosfer yang paling dekat dan berinterakasi langsung dengan permukaan bumi sampai pada ketinggian rata-rata 11 km. Temperatur rata-ratanya 15 derajat celcius dipermukaan laut serta akan menurun seiring dengan bertambahnya ketinggian sampai kira-kira -56 derajat celcius pada bagian atas (tropopause). Tropopause adalah lapisan transisi antara troposfer dan stratosfer.

  1. Lapisan Stratosfer

Lapisan kedua dari atmosfer ialah stratosfer. Lapisan ini berada tepat di atas lapisan tropopause dan mempunyai ketinggian sekitar 49 km dari permukaan laut. Di dalam stratosfer ini ada lapisan isothermal yang terletak pada ketinggian sekitar 11 hingga 20 km dengan suhu udara yang beragam kurang lebih 60 derajat C.

Lapisan yang bersuhu dingin serta hanya ditempati oleh ozon. Lapisan statosfer berfungsi sebagai pelindung dari gelombang radiasi ultraviolet yang sangat membahayakan kalau terkena kulit manusia. Lapisan ozon akan menipis kalau aktifitas di dunia banyak melakukan pengrusakan seperti penebangan pohon secara massif.

Lapisan yang ada di atas sub lapisan tropopause, troposfer. Ciri atau karakteristik lapisan stratosfer yakni berada pada ketinggian rata-rata 11 km hingga kira-kira 50 km, temperatur rata-rata naik dari -56 derajat celcius sampai -2 derajat celcius di bagian atas (stratopause).

Stratopause adalah lapisan transisi antara stratosfer dan mesosofer. Kenaikan temperatur yang terjadi utamanya dikarenakan penyerapan radiasi ultraviolet oleh ozon di atmosfer.

  1. Lapisan Mesosfer

Lapisan ketiga penyusun atmosfer ialah lapisan mesosfer. Lapisan ini berada pada ketinggian antara 49 sampai 85 km di atas permukaan bumi. Lapisan ini juga adalah tempat dimana meteor atau benda luar angkasa yang akan menuju kebumi. Lapisan mesosfer pun berfungsi sebagai pemantul gelombang radio dibumi.

Ciri atau karakteristik lapisan ini yakni berada pada ketinggian rata-rata 50 km hingga dengan 85 km dari permukaan bumi. Profil temperaturnya sama dengan troposfer, menurun dengan bertambahnya ketinggian, dari -2 derajat celcius hingga sekitar -92 derajat celcius pada bagian lapisan paling atas (mesopause). Mesopause adalah lapisan transisi antara mesosfer dan termosfer.

Di daerah mesosfer kadang terlihat fenomena aurora, karena terjadi proses ionisasi gas-gas penyusunnya. Gas-gas menerima radiasi spektrum energi lengkap langsung dari matahari. Spektrum energi tinggi ini yang sangat berpengaruh pada orbital elektron setiap atom, sampai terjadi proses-proses yang berkaitan dengan ionisasi.

  1. Lapisan Termosfer

Transisi dari mesosfer sampai termosfer mulao pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamakan termosfer dikarenakan kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini sekitar 1982 oC. Perubahan tersebut terjadi karena serapan radiasi ultraviolet.

Radiasi tersebut menyebabkan reaksi kimia untuk membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal sebagai ionosfer, yang bisa memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini bermanfaat untuk membantu memancarkan gelombang radio.

Lapisan termosfer juga disebut sebagai lapsan ionosfer yang dipakai sebagai tempat terjadinya ionisasi. Proses ionisasi tersebut akan menghasilkan cahaya yang berwarna-warni yang dikenal dengan sebutan aurora. Ciri atau karakteristik lapisan termosfer yakni mulai pada ketinggian 85 km hingga dengan 500 km.

Termosfer berisi lapisan gas dengan kerapatan rendah dan profil temperatur bisa naik hingga 1200 derajat celcius. Kenaikan tersebut terjadi karena penyerapan radiasi dengan panjang gelombang.

  1. Lapisan Eksosfer

Lapisan eksosfer adalah lapisan terluar tempat terjadinya berbagai interaksi antara gas di luar angkasa. Kekuatan gravitasi bumi pada lapisan ini rendah karena jaraknya cukup jauh, hal ini yang menyebabkan gaya berat tak terlalu berpengaruh pada lapisan ini.

Pada lapisan ini ada refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik, pantulan cahaya matahari ini dikenal dengan cahaya Zodiakal. Lapisan atmosfer paling luar bumi ada di atas ketinggian 500 km dari atas permukaan bumi. Lapisan itu disebut dengan lapisan eksosfer.

Molekul-molekul udara yang ada di dalam lapisan ini bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, sampai pengaruh gravitasi bumi pada molekul-molekul tersebut sangat kecil. Akibatnya, sebagian besar molekul–molekul udara akan bergerak ke ruang angkasa.

Lapisan atmosfer yang mengelilingi bumi ini terbentuk atas gas-gas tertentu yang bisa membentuk suatu struktur tertentu untuk melapisi permukaan bumi. Lapisan yang mengelilingi ini tentu saja mempunyai beberapa manfaat yang cukup banyak untuk kehidupan manusia secara luas. Tentu saja keberadaan atmosfer ini wajib dijaga baik supaya manfaat dari atmosfer ini dapat terjaga dengan baik.


Fungsi

– Melindungi supaya suhu bumi tetap stabil serta menjaga agar cuaca dan kelembaban udara di dalam bumi juga tetap stabil.

– Mengurangi rasa panas yang dipantulkan langsung oleh cahaya matahari.

– Melindungi bumi dari serangan meteor-meteor maupun benda-benda luar angkasa.

– Menjaga supaya grafitasi bumi tetap stabil.


Manfaat

– Menjaga stabilitas suhu bumi pada siang dan malam hari Kalau tidak ada atmosfer mana suhu bumi saat siang akan menjadi sangat panas dan saat malam akan sangat dingin.

– Menyerap radiasi dari sinar ultraviolet. Tanpa keberadaan atmosfer, maka lapisan bumi akan terkena radiasi ultraviolet.

– Membuat cuaca Atmosfere ini mempunyai manfaat untuk membuat cuaca dan musim yang ada di bumi ini.

– Membantu makhluk hidup yang ada di bumi mendapatkan oksigen Atmosfer ini mempunyai komponen gas yang cukup banyak. Salah satunya adalah oksigen, sehingga tanpa adanya atmosfer, maka makhluk yang hidup dibumi ini tak akan mendapatkan oksigen secara bebas.

– Komponen dasar dari siklus hidrologi dalam kehidupan manusia Siklus pembentukan air itu dibantu oleh lapisan atmosfer.


Sifat-sifat

– Merupakan selimut gas tebal yang menutupi bumi dari 0 km hingga 1000 km diatas permukaan Bumi.

– Atmosfer Bumi tidak mempunyai batas mendadak, tapi ia akan semakin menipis sesuai dengan ketinggiannya.

– Atmosfer tidak mempunyai warna, bau, tidak dapat dirasakan dan tidak dapat diraba.

– Mudah bergerak, bisa ditekan serta dapat berkembang.

– Mempunyai massa sekitar 56 x 1014 ton dan 99% massanya berada di ketinggian 0 km sampai 30 km.

– Memberikan tahanan kalau sebuah benda melewatinya berupa panas akibat pergesekan (contohnya meteor hancur sebelum mencapai permukaan bumi).Sangat penting untuk kehidupan dan sebagai media untuk proses cuaca. Sebagai selimut yang melindungi bumi pada tenaga penuh dari matahari pada waktu siang, menghalangi hilangnya panas pada waktu malam.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Atmosfer : Pengertian, Lapisan, Fungsi, Manfaat, Sifat, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ Asimilasi Adalah: Pengertian, Ciri, Syarat, Faktor, Contoh
Read More  √ Apa itu Struktur Sosial : Pengertian, Bentuk, Unsur, Ciri, Fungsi, Contoh
Read More  √ Apa itu Kromosom : Pengertian, Fungsi, struktur dan Jenisnya
Read More  √ Apa Itu Inflasi : Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, Teori