√Ascomycota: Pengertian, Struktur, Cara Reproduksi dan Contoh

Diposting pada
√Ascomycota: Pengertian, Struktur, Cara Reproduksi dan Contoh

Pengertian

Ascomycota adalah salah satu filum dari kingdom fungi. Kata ascomycota sendiri berasal dari kata ascus yang berarti kantung atau pundi-pundi. Askus ini adalah semacam sporangium yang menghasilkan askospora. Ascomycota bisa melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual. Ascomycota biasanya hidup sebagai pengurai bahan organik pada tumbuhan atau sisa organisme di dalam tanah serta di laut. Hampir dari setengah dari spesies ascomycota yang ada hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuk lichen (lumut kerak)

Struktur Ascomycota

Ada ascomycota yang merupakan multiseluler, ada juga yang uniseluler. Ascomycota mempunyai dinding sel yang terdiri dari 2 lapisan, maka mereka menunjukkan kompabilitas seksual bipolar. Ciri umum dari ascomycota ialah mereka mempunyai hifa yang bersekat-sekat dan mempunyai banyak inti. Dinding dari hifa mereka diperkuat dengan selulosa yang sifatnya heterokariotik (membentuk zigosporangium dikariotik).

Seperti yang sudah kami jelaskan pada poin pengertian, ascomycota mempunyai sebuah bagian penghasil spora yang disebut askus.

Cara Reproduksi Ascomycota

1. Reproduksi Aseksual

  • Reproduksi Aseksual pada Ascomycota Uniseluler

Reproduksi aseksual pada uniseluler terjadi diawali dengan terbentuknya tunas yang disebut blastophora. Pembentukan tersebut diawali dengan menonjolnya dinding tubuh. Selama proses pembentukan tunas, nukleus dalam sel induk membelah serta akan bergerak ke sel tunas. Lalu sel tunas itu akan memisahkan diri dari sel induk guna menjadi individu baru. Terkadang, sel tunas tersebut tetap menempel pada sel induk membentuk rantai hifa semu yang biasa disebut pseudohifa.

  • Reproduksi Aseksual pada Ascomycota Multiseluler

Pada Ascomycota Multiseluler, reproduksi aseksual ini bisa terjadi lewat 2 cara, yakni :

Baca Juga :  √ 5 Permasalahan Ekonomi Makro dan Solusinya

Lewat fragmentasi hifa yang membuat hifa dewasa akan berpisah dengan induknya serta tumbuh menjadi hifa jamur yang baru. 

Pembentukan spora aseksual biasa disebut konidiospora. Hifa haploid yang telah dewasa akan menghasilkan tangkati yang disebut konidiofor. Pada ujung tangkai tersebut akan terbentuk spora. Kemudian spora itu diterbangkan angin. Spora yang diterbangkan tersebut dikenal dengan istilah konidia. Saat kondisi lingkungan menguntungkan, jadi konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid. Hifa itu akan bercabang membentuk miselium yang berkromosom haploid.

2. Reproduksi Seksual

  • Reproduksi Seksual pada Ascomycota Uniseluler

Reproduksi seksual pada ascomycota uniseluler diawali konjugasi (penyatuan 2 sel haploid yang berbeda jenis). Hasil penyatuan itu akan membentuk zigot. Kemudian zigot tersebut akan tumbuh menjadi askus diploid. Inti dari askus diploid tersebut akan membelah secara miosis serta menghasilkan 4 inti haploid. Lalu akan terbentuk dinding sel di sekitar 4 inti tadi. Saat askus sudah matang, mereka akan pecah serta mengeluarkan askopsora, jika askospora jatuh di tempat yang cocok, jadi mereka akan berkembang menjadi individu baru.

  • Reproduksi Seksual pada Ascomycota Multiseluler

Reproduksi seksual pada scomycota multiseluler diawali dengan bertemunya hifa (+) dengan hifa (-) yang masing-masing mempunyai kromosom haploid. Hifa (+) membentuk askogonium (alat reproduksi betina), sementara hifa (-) membentuk anteridium (alat reproduksi jantan). Askogonium lalu akan membuat suatu saluran yang menuju anteridium yang disebut trikogin. Nah lewat trikogin tersebut akan terjadi proses plasmogami (penyatuan 2 atau lebih protoplasma).

Lalu askogonium akan tumbuh menjadi hifa dikariotik yang bercabang-cabang serta tergabung dalam askokarp (tubuh buah). Ujung-ujung dari hifa di askokarp tersebut akan membentuk sebuah askus dikariotik. Di dalam askus akan terjadi kariogami (peleburan inti) sehingga akan terbentuk sebuah inti yang berkromosom diploid. Inti diploid tersebut lalu membelah secara meiosis serta menghasilkan 4 nukleus haploid. Masing masing dari nukleus itu akan membelah secara mitosis sampai menghasilkan 8 nukleus. Lalu disekitar nukleus itu akan terbentuk dinding sel serta askospora yang berkromosom haploid. BIla askus sudah matang, maka askospora akan membesar, saat askus pecah, askospora yang jatuh pada tempat yang cocok akan berkecambah serta menjadi hifa haploid yang baru.

Baca Juga :  √ Pengertian Demokrasi Pancasila : Sistem, Ciri, dan Prinsipnya

Contoh Ascomycota

  • Saccaharomyces

Jamur ascomycota yang biasa sebut dengan ragi. Saccaharomyces adalah ascomycota yang uniseluler yang tidak mempunyai badan buah. Biasanya dimanfaatkan guna pembuatan tapai, roti serta anggor lewat fermentasi.

  • Penicillium

Anggota ascomycota yang hidup sebagai saprofil pada bahan organik. Penicillium biasanya dijumpai pada buah yang busuk serta beras yang rusak. Konidianya tersebut berwarna hijau. Beberapa penicillium bisa dimanfaatkan menjadi antibiotik.

  • Trichodermal resei

Kelompok ascomycota yang bisa menghasilkan enzim selulase (enzim yang menguraikan selulosa).

  • Aspergillus oryzae

Merombak zat padi dalam pembuatan minuman beralkohol.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Ascomycota: Pengertian, Struktur, Cara Reproduksi dan Contoh semoga bermanfaat

Baca Juga: