√ Asas Perjanjian Internasional : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Macam, Tahap dan Asasnya

Diposting pada

Pengertian Perjanjian Internasional

Perjanjian Internasional adalah suatu perjanjian yang dibuat di bawah hukum internasional oleh beberapa pihak yang berupa negara atau organisasi internasional. Suatu perjanjian multilateral dibuat oleh beberapa pihak tujuannya untuk mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Perjanjian bilateral dibuat antara 2 negara yang bersangkutan.

√ Asas Perjanjian Internasional : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Macam, Tahap dan Asasnya

Fungsi Perjanjian Internasional

  1. Perjanjian internasional dipakai untuk memperoleh pengakuan secara umum dari anggota masyarakat dari berbagai belahan dunia.
  2. Bisa dijadikan sebagai sumber hukum internasional.
  3. Perjanjian Internasional juga dapat digunakan sebagai sarana dalam melaksanakan pengembangan kerja sama internasional secara damai.
  4. Mempermudah untuk terjadinya kemungkinan transaksi serta komunikasi antarnegara.

Manfaat Perjanjian Internasional

  1. Negara-negara akan memiliki tujuan sama, dengan penerapan pola atau sistem yang mulai disesuaikan.
  2. Diharapkan dengan semakin banyaknya kerjasama internasional, maka perselisihan bisa diminimalisir,
  3. Penyimpangan yang melanggar kesepakatan antar negara bisa segera dikoreksi, dan tindakan lebih lanjut bisa dilakukan secara cepat dan responsif.
  4. Pembentukan koalisi keamanan untuk kedamaian dan ketertiban dunia, demi terciptanya kondusifitas di seluruh penjuru dunia.
  5. Saling membantu di dalam masalah krisis ekonomi, sehingga membangkitkan simpati antar negara untuk menanggapi serta membantu masalah ekonomi di negara lain.

Macam-macam Perjanjian Internasional

  1. Menurut subjeknya Perjanjian internasional dibedakan menjadi 2, yakni perjanjian bilateral dan perjanjian multilateral.

 

Perjanjian bilateral adalah sebuah bentuk perjanjian yang dibuat atau diadakan oleh 2 negara.

Perjanjian multilateral adalah sebuah bentuk perjanjian yang diadakan oleh lebih dari 2 negara.

 

  1. Menurut fungsinya Perjanjian internasional dikelompokkan menjadi 2, yakni perjanjian yang membentuk hukum dan perjanjian yang bersifat khusus.

 

  • Perjanjian yang membentuk hukum (law making treaties) adalah sebuah perjanjian yang meletakkan kaidah-kaidah hukum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan.

Perjanjian yang bersifat khusus (treaty contract) adalah sebuah perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi negara-negara yang mengadakan perjanjian saja.

  • Menurut prosesnya, terdapat 2 macam perjanjian internasional, yakni perjanjian yang bersifat penting dan perjanjian yang bersifat sederhana.

 

  1. Perjanjian yang bersifat penting adalah perjanjian yang dibuat lewat proses perundingan, penandatanganan, dan ratifi kasi.
  2. Perjanjian yang bersifat sederhana adalah perjanjian yang dibuat lewat 2 tahapan, yakni perundingan dan penandatanganan.

Asas-asas Perjanjian Internasional

  1. Pacta Sunt Servanda,maksudnya setiap perjanjian yang telah dibuat mesti ditaati.
  2. Egality Rights,maksudnya pihak yang saling mengadakan hubungan memiliki kedudukan yang sama.
  3. Reciprositas,maksudnya tindakan sebuah negara pada negara lain bisa dibalas setimpal.
  4. Bonafides,maksudnya perjanjian yang dilakukan harus didasari dengan iktikad baik.

Courtesy,maksudnya asas saling menghormati dan saling menjaga kehormatan negara.

  1. Rebus sic Stantibus, maksudnya bisa dipakai pada perubahan yang mendasar dalam keadaan yang bertalian dengan perjanjian itu.

Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional

  1. Perundingan (negotiation)

Perundingan merupakan perjanjian tahap pertama antara pihak/negara tertentu yang bersangkutan, di mana sebelumnya belum pernah dibuat perjanjian. Oleh karena itu, diadakan penjajakan terlebih dahulu atau pembicaraan pendahuluan oleh masing-masing pihak yang  bersangkutan. Dalam melakukan negosiasi, sebuah negara bisa diwakili oleh pejabat yang bisa menunjukkan surat kuasa penuh (full powers). Selain mereka, juga bisa dilakukan oleh kepala negara, kepala pemerintahan, menteri luar negeri, atau duta besar.

  1. Penandatanganan (signature)

Penandatanganan naskah perjanjian dilakukan oleh para menteri luar negeri ataupun kepala pemerintahan. Untuk penandatanganan teks perundingan yang sifatnya multilateral dianggap sah ika 2/3 suara peserta yang hadir memberikan suara, kecuali jika ditentukan lain. Tetapi demikian, perjanjian belum bisa diberlakukan masing-masing negara sebelum diratifi kasi.

  1. Pengesahan (ratifi cation)

Ratifi kasi adalah sebuah cara yang telah melembaga dalam kegiatan perjanjian internasional. Sebuah negara mengikatkan diri pada sebuah perjanjian dengan syarat jika telah disahkan oleh badan yang berwenang di negaranya. Dengan dilakukannya ratifi kasi pada perjanjian internasional, secara resmi perjanjian internasional bisa berlalu dan berkekuatan hukum.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Asas Perjanjian Internasional : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Macam, Tahap dan Asasnya. semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ Asas Perjanjian Internasional : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Macam, Tahap dan Asasnya
Read More  √ Pengertian Aktualisasi Pancasila dan Macamnya
Read More  √ Konsep Pembagian Kekuasaan Di Indonesia: Secara Horisontal dan Vertikal
Read More  √Asas Pemerintahan: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Bentuknya