√ Asal Usul Kota Pekanbaru : Sejarah , Bahasa dan Perkembangan Kota Pekanbaru

Diposting pada
√ Asal Usul Kota Pekanbaru : Sejarah , Bahasa dan Perkembangan Kota Pekanbaru

Sejarah

Menurut sejarah kota Pekanbaru berasal dari sebuah dusun keci dengan nama Dusun Senapelan. Pada perkembangannya, Dusun Senapelan pindah pemukiman baru yang disebut Dusun Payung Sekaki, berada di tepi Muara Sungai Siak. Dusun Senapelan ini juga erat hubungannya pada perkembangan sebuah Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Pada saat itu, raja Siak Sri Indrapura keempat, bernama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, yang bergelar Tengku Alam, menetap pada Dusun Senapelan, yang seanjutnya membangun sebuah istana di Kampung Bukit dekat Dusun Senapelan. Kemudian, Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah mendirikan pasar di Dusun Senapelan, namun tak berkembang. Yang kemudian dilanjutkan putranya, bernama Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru.

Selanjutnya, pada 21 Rajab 1204 H, Dusun Senapelan berubah namanya yakni Pekan Baharu. Sejak itulah, setiap 23 Juni ditetapkan menjadi hari jadi dari Kota Pekanbaru. Dan kemudian Dusun Senapelan lebih populer dengan sebutan Pekan Baharu. Seiring waktu sekarang lebih di kenal dengan nama Kota Pekanbaru, yakni ibukota Provinsi Riau.

Bahasa dan Perkembangannya

Bahasa sehari-hari yang biasa dipakai ialah bahasa Siak, Perawang, Tapung, dan Gasib, karena mereka banyak yang berlalu-lalang melewati Sungai Siak. Pada waktu itu pengaruh dari bahasa lain seperti bahasa Kampar, Minang, dan Pangkalan Kota Baru belum masuk ke dalam lingkungan masyarakat yang hidup di sepanjang Sungai Siak. Namun, pada saat Sultan Abdul Djalil Alamuddin Syah menempatkan pusat pemerintahan Kerajaan Siak berada di Sungai Mempura ke Dusun Senapelan, sehingga para pembesar kerajaan serta para keluarganya ikut pindah juga ke Senapelan.

Dan saat itu pulalah tradisi dan budaya, bahasa sehari-hari terbawa ke dusun Senapelan. Di dusun Senapelan, sultan juga membangun istana dan juga mendirikan masjid, masjid itu masih berukuran kecil, yang dibangun dari kayu, karena saat ini masjid tersebut tak dapat kita lihat lagi. Dari dasar masjid inilah yang kemudian sebagai awal mula Masjid Raya Pekanbaru yang berada di Pasar Bawah saat ini.

Baca Juga :  √Pteridophyta: Pengertian, Ciri, Jenis dan Manfaatnya

Sultan Abdul Djalil Alamuddin Syah juga membangun sebuah jalan raya yang tembus Senapelan sampai dengan Teratak Buluh. Sultan Abdul Djalil Alamuddin Syah mendirikan pasar, yang operasionalnya hanya seminggu sekali. Namun, belum sempat berkembang, beliau kemudian wafat tahun 1765 masehi dan dikebunikan tepat di sebelah Masjid Raya Pekanbaru, saat ini dengan bergelar Marhum Bukit. Selanjutnya pasar pekan itu diteruskan putranya yakni Raja Muda Muhammad Ali dan dibantu seorang keponakannya yang bernama Said Ali.

Pada masa Raja Muda Muhammad Ali itulah kemudian dusun Senapelan mulai memiliki kemajuan amat pesat. Pasar yang didirikan yang pada pelaksanaannya cuma satu kali dalam sepekan itu kemudian melahirkan kata ekanbaru. Pekan yang mempunyai arti pasar satu kali dalam sepekan. Pada saat itulah mulai nama Senapelan menjadi lama kelamaan semakin dan tidak popuer lagi dan menghilang, orang lebih mengenal dengan menyebutnya Pekanbaru.

Dalam perkembangannya sesudah kota Pekanbaru menjadi semakin ramai muncullah banyak para pendatang mulai dari pelosok negeri seperti dari Pangkalan Kota baru, Pangkalan Kota baru, Minang Kabau, Pasir Pengaraian, Taluk Kuantan, Pangkalan Kota baru, dan wilayah-wilayah lain. Pada Awalnya kedatangan mereka hanya untuk berdagang, namun lama kelamaan mereka yang berdagang itu kemudian menetap. Dengan menetapnya para pedagang pendatang itu di Pekanbaru dari situlah para pedagang itu melahirkan para generasi anak dan cucu serta cicit. Anak, cucu, serta cicit tersebut kemudian menjadi orang-orang di Pekanbaru. Masing-masing para pedagang yang datang serta menetap di Pekanbaru tersebut dengan membawa bahasa dan tradisi dari asal daerah masing-masing dulunya.

Sehingga mereka pun mewariskan pada keturuna anak cucu serta cicit mereka. Dari sanalahmulai hilangnya bahasa asli dan tradisi asli masyarakat Pekanbaru yang bermuladari Kerajaan Siak. Apabila ingin mengetahui secara lebih jelas lagi terkaitsejarah, bahasa dan tradisi asli dari masyarakat Pekanbaru, tanyakanlah padaorang-orang Pekanbaru yang nenek moyangnya mereka itu yang berasal dari Siak dannenek moyangnya mereka itu orang-orang yang juga hidup pada lingkungan masyarakatKerajaan Siak.

Baca Juga :  √Daerah Otonom : Pengertian, Tujuan dan Asas

demikianlah artikel dar duniapendidikan.co.id mengenai √ Asal Usul Kota Pekanbaru : Sejarah , Bahasa dan Perkembangan Kota Pekanbaru, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda

baca juga :