√ Asal Usul Kota Bengkulu : Sejarah, Pangeran Kerajaan, Empang Ka Hulu Asal Mula Nama Bengkulu

Diposting pada

Sejarah

Zaman dahulu kala tersebutlah sebuah kerajaan di Bengkulu bernama Kerajaan Serut yang dipimpin oleh Ratu Agung. Ratu Agung memiliki tujuh orang anak. Si sulung yang bernama Pangeran Anak Dalam Muara Bengkulu, sedangkan si bungsu yang bernama Putri Gading Cempaka. Menurut dari cerita rakyat Bengkulu, asal mula dari nama Bengkulu itu berawal pada saat terjadii peperangan antara Kerajaan Serut dengan Kerajaan Aceh. Pangkal masalah tersebut ialah karena penolakan lamaran dari Putra Raja Aceh oleh Raja dari Anak Dalam Muara Bengkulu, yaitu Raja Kerajaan Serut.

√ Asal Usul Kota Bengkulu : Sejarah, Pangeran Kerajaan, Empang Ka Hulu Asal Mula Nama Bengkulu

Peperangan tersebut pecah antara kedua kerajaan ini dengan sangat hebatnya tanpa ada saah satu pihak menang ataupun  kalah. Pada saat Ratu Agung wafat, Pangeran Anak Dalam Muara Bengkulu kemudian dinobatkan menjadi penggantinya. Ia selanjutnya memerintah Kerajaan Serut dengan adil dan bijaksana meneruskan keadilan dari ayahandanya. Di bawah kepemimpinannya, perdagangan Kerajaan Serut mengalami perkembangan yang pesat.

Pangeran Kerajaan Aceh Ingin Melamar Putri Gading Cempaka

Dengan berjalannya waktu, adik bungsu dari Raja Anak Dalam Muara Bengkulu, bernama Putri Gading Cempaka, tumbuh besar menjadi gadis yang cantik jelita. Dan banyak para pangeran serta saudagar kaya yang ingin mempersuntingnya.

Kemudian kecantikan Putri Gading Cempaka diketahuilah oleh seorang Pangeran yang berasal dari Kerajaan Aceh. Dan Sang Pangeran pun mengirim utusan ke Kerajaan Serut tersebut guna menyampaikan keinginan Pangeran Aceh untuk melamar Putri Gading Cempaka. Keinginan Sang Pangeran   melamar pun ditolak secara halus Raja Anak Dalam Muara Bengkulu.

Saat setelah mengetahui kalau keinginannya untuk melamar ditolak Raja Anak Dalam, Sang Pangeran Aceh tersebut merasa amat tersinggung. Pangeran Aceh marah bukan main. Kemudian ia meminta Kerajaan Aceh  menyerang Kerajaan Serut. Tak lama Kerajaan Aceh pun mengirim pasukan besar-besaran mengerahkan kapal-kapal perang.

Perang Kerajaan Aceh Dengan Kerajaan Serut

Kemudian Raja Anak Dalam Muara Bengkulu telah mengetahui bahwa kerajaan Serut akan di serang. Ia pun langsung menyiapkan siasat khusus guna menghadapi pasukan Kerajaan Aceh. Karena mengetahui kalau Kerajaan Aceh mempunyai pasukan yang kuat dan terkenal susah dikalahkan. Sang Raja memerintahkan pasukannya agar menebang pepohonan. Selanjutnya batang-batang kayu pohon itu dilemparkan ke sungai supaya dapat menghalangi gerak kapal dari pasukan Kerajaan Aceh.

Pasukan Kerajaan Serut langsung bekerja keras untuk menebangi pepohonan, dan langsung menghanyutkan batang-batang pohon itu ke sungai. Sementara itu sebagian pasukan yang lain berjaga guna menghadapi serangan pasukan dari Kerajaan Aceh. Saking banyaknya kayu-kayu pohon yang di hanyutkan sampai memenuhi sungai.

Kemudian saat pasukan Kerajaan Aceh itu tiba disungai yang akan menuju Kerajaan Serut, mereka pun kaget melihat banyaknya batang-batang pepohonan hanyut dari hulu sungai dan menghalangi kapal-kapal mereka. Dengan bersusah payah mereka pun berusaha menghindari kayu-kayu yang  menghambat perjalanan mereka. Agar dapat menghindari kayu-kayu itu, beberapa pun prajurit kemudian berteriak, “Empang ka hulu! Empang ka hulu!”. Dan pada akhirnya, kapal-kapal pasukan Kerajaan Aceh tersebut berhasil melaju dan melewati serta berhasil mendarat pada sebuah kaki bukit.

Prajurit-Prajirit Kerajaan Aceh kemudian melompat ke daratan. Dan prajurit Aceh langsung disambut  serangan dari para pasukan Kerajaan Serut yang sudah menunggu. Terjadilah peperangan hebat antara kedua pasukan tersebut. Karena siasat yang cerdik dari Raja Anak Dalam Muara Bengkulu, kehebatan pasukan Kerajaan Aceh pun, dapat diimbangi oleh para pasukan Kerajaan Serut. Cukup lama peperangan berlangsung tanpa ada tanda pasukan manakah yang bakal unggul dan pasukan manakah yang bakal kalah. Korban pun sudah banyak yang berjatuhan dari kedua belah pihak. Tetapi, kedua kekuatan pasukan kerajaan tampak berimbang.

Melihat peperangan tak kunjung berakhir, Raja Anak Dalam Muara Bengkulu pun sedih. Ia tak sanggup menyaksikan banyak korban yang berjatuhan. Kemudian dengan diiringi keenam adiknya dan beberapa kerabat keluarga kerajaan serta sebagian pengikut setianya, Raja Anak Dalam Muara Bengkulu pergi menuju Gunung Bungkuk. Mereka kemudian tinggal di gunung itu sampai perang selesai.

Empang Ka Hulu Asal Mula Nama Bengkulu

Dan karena tak ada tanda-tanda pasukan yang manakan yang akan menang, akhirnya peperangan tersebut berakhir dengan sendirinya. Kemudian kedua pihak setuju agar berdamai, dan tak meneruskan peperangan tersebut. Walaupun peperangan sudah selesai, tapi Raja Anak Dalam beserta keenam adik dan para pengikut setianya tetap tinggal dan tak pergi sari Gunung Bungkuk tersebut.

Dan sejak peperangan dahsyat itu, daerah Kerajaan Serut selanjutnya berubah sebutan namanya. Pada mulanya yang diteriakkan para prajurit Kerajaan Aceh, Empang Ka Hulu, kemudian berubah jadi Pangkahulu, dan berubah lagi jadi Bangkahulu serta pada akhirnya dengan berjalannya waktu, sekarang di kenal dengan nama yaitu namanya Bengkulu.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Asal Usul Kota Bengkulu : Sejarah, Pangeran Kerajaan, Empang Ka Hulu Asal Mula Nama Bengkulu, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ Cerita Rakyat Jawa Tengah : Legenda Gunung Wurung
Baca Juga :  √ Cerita Rakyat Jambi : Putri Cermin Cina dan Penjelasannya
Baca Juga :  √ Cerita Rakyat Jakarta : Si Jampang Dari Betawi dan Penjelasannya
Baca Juga :  √ Cerita Rakyat Bali