√ Asal Usul Ikan Patin

Diposting pada

Asal Usul Ikan Patin

Alkisah zaman dahulu kala di Tanah Melayu hiduplah seorang nelayan tua yang bernama Awang Gading. Dia tinggal seorang diri di tepi sungai. Pekerjaannya sehari – hari ialah menangkap ikan dan terkadang dia pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.

√ Asal Usul Ikan Patin

Air pasang telan ke insang.

Air surut telan ke perut.

Renggutlah.

Biar putus jangan rabut.

Itu adalah kata kata yang dia sering ucapkan ketika sedang memancing ikan.

Suatu hari di waktu dia sedang memancing dan tidak menemukan seekor ikan pun sama sekali. Di waktu perjalanan pulang dia mendengarkan seorang bayi yang sedang menangis. Karena rasa penasaran dia mencari dari mana suara itu berasal,Tak lama mencari, dia pun menemukan bayi perempuan yang mungil tergeletar di atas batu. Kelihatannya bayi itu baru dilahirkan oleh ibunya. karena rasa iba, dibawanya bayi tersebut pulang ke rumahnya.

Ketika sampai di rumahnya Awang Gading memberi nama bayi itu Dayang Kumunah. Dengan bahagia Awang Gading menimang-nimang sang bayi yang sedang mendendang. Dia berjanji akan bekerja lebih giat lagi dan mendidik anak tersebut dengan baik. Awang Gading juga membekali Dayang Kumunah berbagai ilmu pengetuhan serta pelajaran budi pekerti. Setiap hari dia juga mengajak Dayang pergi Memancing atau mencari kayu di hutan untuk mengenal kehidupan alam lebih luas.

Waktu terus berjalan Dayang Kumunah pun tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik serta berbudi pekerti luhur. Dia juga sangat rajin membantu ayahnya. Tetapi sayang, Dayang Kumunah tidak pernah tertawa.

Suatu hari seorang pemuda kaya dan tampan yang tidak sengaja lewat di depan rumah Dayang. Pemuda itu bernama Awangku Usop. Saat melihat Dayang Kumunah, Awangku Usop langsung jatuh hati kepadanya dan berniat untuk segera melamarnya. Beberapa hari kemudian, Awangku Usop melamart Dayang Kumunah pada Awang Gading. Setelah Dayang Kumunah berfikir beberapa lama, dia menerima pinangan Awangku Usop dengan syarat jangan pernah meminta saya untuk tertawa. Awangku Usop menyetujuhi syarat yang di ajukan Dayang Kumunah tersebut.

Pernikahan pun dilangsungkan, namun terjadi sebuah kejadian yang tak bahagia setelah pernikahan tersebut Awang Gading meninggal dunia karena sakit. Peristiwa itu membuat hati Dayang Kumunah diselimuti perasaan sedih, sampai berbulan – bulan,Untungnya kesedihan itu segera terobati dengan kelahiran anak-anaknya yang berjumlah 5 orang.

Tetapu, Awang Usop merasa tak bahagia karena belum melihat Dayang Kumunah tertawa. Sejak pertemuan pertama kali sampai sekarang, istri Awang Usop belum pernah tertawa sama sekali. Namun di suatu sore, Dayang Kumunah bersama – sama keluarganya sedang berada di depan rumah. Mereka bercanda ria dan Semua anggota keluarga tertawa bahagia kecuali si Dayang Kumunah. Pada saat itu Awang Usop mendesak Dayang Kumunah untuk ikut tertawa. Akhirnya dia pun tertawa setelah sekian lama tertawa. Pada Saat itulah muncul insang ikan di mulutnya dan Dayang Kumunah bergegas berlari ke arah sungai Dan berubah menjadi ikan.

Awang Usop menyesal karena sudah mendesak istrinya untuk tertawa. Namun, semua sudah terlambat. Ikan dengan bentuk badan cantik serta kulit mengilat tanpa sisik inilah yang orang-orang sebut sebagai ikan patin. Sebelum masuk ke sungai Dayang Kumunah berpesan pada suaminya Kanda  peliharalah anak-anak kita dengan baik.

Awangku Usop dan anak-anaknya sangat bersedih melihat Dayang Kumunah yang sangat mereka cintai itu sudah menjadi ikan. Mereka juga berjanji tidak akan makan ikan patin, karena dianggap sebagai keluarga mereka. Itulah sebabnya semua orang Melayu tidak makan ikan patin.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Asal Usul Ikan Patin, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ Asal Usul Desa Trunyan Secara Lengkap
Baca Juga :  √ Asal Usul Candi Prambanan
Baca Juga :  √ Asal Usul Bengkulu Secara Lengkap
Baca Juga :  √ Asal Muasal Kota Palembang Secara Lengkap