√Apa itu Lempeng Bumi: Pengertian Beserta Teori Pembentukan

Diposting pada
√Apa itu Lempeng Bumi: Pengertian Beserta Teori Pembentukan

Pengertian

Lempeng bumi ialah bagian dari litosfer sebagai lapisan terluar dari permukaan bumi yang mempunyai struktur padat serta keras terdiri atas berbagai batuan dan tanah. Lempeng-lempeng tersebut terletak diatas lapisan mantel bumi yang massa zatnya yaitu lava sehingga strukturnya lebih cair serta kental. Lempeng bumi terpecah menjadi beberapa pecahan serta selau bergerak ke arah tertentu akibat adanya konveksi fluida (pergerakan  molekul-molekul dari massa cairan dan gas)  dari dalam lapisan mantel bumi.

Teori-teori Pembentukan Lempeng Bumi

1. Teori Kontraksi dan Pemuaian (Contraction and Expasion Theory)

Teori tersebut pada awalnya dicetuskan oleh Descrates (1596-1650) lalu di dukung oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Descrates menyebutkan bahwa bumi terus mengalami penyusutan dari masa ke masa karena disebabkan proses pendinginan. Akibat dari proses penyusutan tersebut permukaan bumi mengkerut serta terbentuklah relief berupa gunung, lembah dan dataran. Analogi teori berasal dari kulit buah apel yang mengering. Dari teori ini bisa dijelaskan tentang proses terbentuknya lipatan pada permukaan bumi, tapi teori belum bisa menjelaskan proses terbentuknya daerah-daerah tekanan.

2. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)

Teori yang dikemukakan oleh Edward Zuess pada tahun 1884 tersebut menyebutkan bahwa bumi ini pada awalnya terdiri atas 2 benua yang sangat besar yakni Laurasia di bagian kutub utara dan Gondwana pada bagian kutub selatan. Kedua benua tersebut terus mengalami pergerakan ke arah ekuator bumi sampai pada akhirnya terpecah menjadi beberapa benua yang lebih kecil. Disebutkan Laurasia terpecah menjadi benua Asia, Eropa serta Amerika Utara, sementara Gondwana terpecah menjadi benua Afrika, Australia serta Amerika Selatan.

Baca Juga :  √Batuan Beku: Pengertian, Ciri, Proses dan Jenis-jenisnya

3. Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)

Pada tahun 1912, Alfred Wegner mencetuskan teori pengapungan benua tersebut. DIa menyebutkan bahwa pada awalnya hanya ada satu benua yang sangat besar dimuka bumi yang disebut Pangea. Lalu Pangea tersebut terpecah serta terus mengalami perubahan lewat pergerakan dasar laut. Gerakan sentripugal dari rotasi bumi menyebabkan pecahan-pecahan pangea itu bergerak ke arah barat menuju ekuator. Teori tersebut didukung dengan bukti-bukti bahwa ada kesamaan garis pantai, batuan serta fosil antara Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur.

4. Teori Konveksi (Convection Theory)

Teori konveksi tersebut pertama kali dicetuskan oleh Arthur Holmes sekitar tahun 1927 lalu dikembangkan oleh Harry H. Hess dan Robert Diesz. Teori tersebut menyebutkan bahwa ada arus konveksi dari dalam mantel bumi yang terdiri dari massa berupa lava. Saat arus konveksi tersebut membawa lava sampai ke permukaan bumi di bagian punggung tengah samudra (mid oceanic ridge), akan menyebabkan lava itu membeku dan membentuk lapisan kulit bumi yang baru sehingga menggeser serta menggantikan kulit bumi yang lama. Teori tersebut didukung dengan adanya bukti bahwa ada bagian mid oceanic ridge itu sendiri, seperti mid Atlantic Ridge dan Pasific Atlantic Ridge. Selain itu berdasarkan suatu penelitian tentang umur laut pun dibuktikan bahwa semakin jauh dari punggung tengah samudra, serta umur batuan-batuannya semakin tua.

5. Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Theory)

Teori yang dikemukakan oleh Tozo Wilson sekitar tahun 1965 tersebut menyebutkan bahwa kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang ada di atas lapisan astenosfer, serta lempeng-lempeng pembentuk kulit bumi tersebut selalu bergerak disebabkan adanya pengaruh arus konveksi dari lapisan astenosfer.

Baca Juga :  √ Catatan Sejarah : Kanibalisme, Dan Menurut Para Ahli

Pergerakan lempeng tektonik ini bisa dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan arahnya, yaitu:

1.  Konvergensi

Berupakan gerakan saling bertubrukan antar lempeng tektonik, baik lempeng benua ataupun lempeng samudra. Beberapa pegunungan misalnya Himalaya muda, Alpen, Rocky serta Andes adalah relief yang terbentuk akibat proses kenvergensi ini.

2. Divergensi

Gerakan saling menjauh antar lempeng tektonik

3.Sesar Mendatar (Transform)

Gerakan berlawanan arah yang berasal dari pergesekan antar lempeng tektonik. Sesar San Andreas yang terbentang sepanjang 1.200 km adalah salah satu relief yang terbentuk akibat adanya proses transform ini.

Sampai sekarang ini diperkirakan ada 7 lempeng utama di muka bumi yakni Pasifik, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Eurasia, Australia serta Antartika. Tapi banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil lainnya. Indonesia sendiri ada di daerah pertemuan lempeng Australia dan Eurasia, Pasifik serta Philipine. Akibatnya, banyak pergerakan lempeng tektonik yang dampaknya bisa kita rasakan sebagai penduduk Indonesia misalnya terbentuk gunung-gunung berapi, sering terjadinya gempa bumi sampai tsunami pada tahun 2004 akibat pergerakan lempeng-lempeng itu.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Apa itu Lempeng Bumi: Pengertian Beserta Teori Pembentukan semoga bermanfaat

Baca Juga: