√Apa itu Erosi: Pengertian, Jenis, Proses, Penyebab, Dampak

Diposting pada
√Apa itu Erosi: Pengertian, Jenis, Proses, Penyebab, Dampak

Pengertian

Erosi merupakan sebuah peristiwa pengikisan padatan akibat transportasi angin, air, es, hujan, pengaruh gravitasi atau disebabkan aktivitas makhluk hidup. Proses erosi bisa menyebabkan merosotnya produktivitas tanah serta daya dukung tanah. Erosi sebenarnya adalah sebuah proses alami dan baik untuk ekosistem, namun kebanyakan kejadian erosi diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata kelola lahan yang buruk, penggundulan hutan serta aktivitas merugikan lain.

Jenis-jenis Erosi

1. Erosi oleh Air (Ablasi)

Ablasi adalah erosi yang disebabkan oleh air mengalir. Gesekan antara aliran air dengan tanah ialah penyebab utama terjadinya ablasi. Semakin besar kecepatan serta jumlah air maka akan semakin cepat terkikisnya tanah atau batuan di dasar lahan (sungai). Jika gesekan terjadi terus-menerus, maka akan menimbulkan perubahan bentuk pada lahan tadi.

Erosi yang disebabkan oleh air bisa dibagi lagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tingkatan kerusakannya, yakni :

  • Erosi percik (Splash Erosion)

Proses pengikisan yang terjadi disebabkan percikan air Pengikisan terjadi dalam skala yang kecil.

  • Erosi Lembar (Sheet Erosion)

Proses pengikisan tanah yang tebalnya sama dalam sebuah permuakan tanah.

  • Erosi Alur (Rill Erosion)

Proses erosi yang terjadi disebabkan air mengalir berkumpul dalam satu cekungan. Erosi tersebut terjadi sebab terkonsentrasinya air pada tempat terperciknya partikel tanah lalu membentuk aliran ke bawah. Misalnya ialah timpaan air hujan yang keras pada sebuah lahan tertentu.

  • Erosi Parit (Gulley Erosion)
Baca Juga :  √ Pengertian Adaptasi : Tujuan, Jenis Beserta Contohnya

Erosi yang terjadi sama seperti erosi alur diatas namun saluran yang terbentuk sudah sangat dalam sehingga tidak bisa dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa. Sebuah erosi baru dapat dikatakan erosi parit jika memiliki lebar sekitar 40 cm dengan dalam sekitar 25 cm.

2. Erosi oleh Angin (Deflasi)

Deflasi ialah pengikisan yang terjadi oleh angin, proses itu banyak ditemukan di daerah gurun serta pada tempat dengan tiupan angin kencang disertai pasir. Deflasi akan menghasilkan hasil pengikisan batuan yang berbentuk misalnya jamur. Prisip dasar dari erosi jenis ini sama dengan erosi oleh air, yakni dikarenakan gesekan pergerakan angin dengan objek padatan tertentu.

3. Erosi oleh Es (Eksarasi)

Eksarasi biasanya disebabkan oleh gletser atau es. Eksarasi hanya terjadi pada daerah yang memiliki musim salju atau daerah pegunungan tinggi. Gletser atau es akan membentuk cairan kental yang bergerak, pergerakannya tersebut akan mengikis bagian kanan serta kiri lembah gunung. Batuan yang dilewatinya akan tergores lalu terkikis oleh gletser.

4. Erosi oleh Gelombang Laut (Abrasi)

Abrasi ialah erosi yang disebabkan oleh air laut. Tinggi rendahnya erosi oleh air laut berasal dari besar kecilnya kekuatan gelombang laut.

5. Korosi

Korosi adalah jenis erosi yang hampir mirip dengan deflasi, karena disebabkan oleh angina juga. Perbedaannya ada pada jenis partikel yang dibawa angin itu. Deflasi terjadi karena kekuatan angin tanpa melibatkan partikel di dalamnya, sementara korosi terjadi dikarenakan angin membawa butiran pasir atau butrian batuan.

Proses Erosi

1. Detachment

Detatchment ialah proses interaksi antara objek padatan (tanah, batuan, dll) dengan penyebab erosi misalnya angin, air, gelombang laut, ataupun es. Interaksi tersebut akan menyebabkan pecahnya objek padatan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil serta akhirnya terlepas.

Baca Juga :  √Asas Hukum Tata Negara: Pengertian,Tujuan,Fungsi,Dan Asas-asas.

2. Transportation

Partikel kecil yang terlepas dari objek padatan kemudian akan dibawa ke tempat lain dengan pergerakan dari penyebab erosi itu.

3. Depotition / Sedimentation

Sebuah saat partikel kecil yang ditransportasikan itu akan terhenti di tempat yang baru. Lalu partikel ini akan mengalami pengendapan di tempat yang baru.

Penyebab Erosi

1. Penyebab Alamiah

  • Faktor Iklim

Besar kecilnya intensitas hujan, rata-rata rentang suhu, musim, kecepatan angin serta frekuensi badai.

  • Faktor Geologi

Faktor Geologi pun bisa mempengaruhi terjadinya erosi antara lain ialah tipe sedimen, batuan, porositas, permeabilitas, kemiringan, jenis serta sifat tanah pada lahan.

  • Faktor Biologis

Faktor Biologis ialah aktivitas makhluk hidup yang bepengaruh terhadap kondisi lahan.

2. Aktivitas Manusia

  • Penebangan hutan yang tak diimbangi dengan penanaman pohon kembali sehingga bisa menyebabkan hutan gundul.
  • Konstruksi yang tak tertata dengan baik.
  • Alih fungsi hutan menjadi lahan pertambangan, perkebunan, pertanian, ataupun pembangunan jalan.

Dampak Erosi

1. Dampak Negatif

  • Lahan Kritis

Lahan kritis ialah lahan yang mengalami kerusakan sehingga kehilangan fungsi hidrologi guna mengatur persediaan air serta fungsi ekonomi untuk menjadi tempat produksi.

  • Pendangkalan dan pencemaran di Dataran Rendah

Dataran rendah ialah tempat dimana tertimbunnya partikel-partikel hasil erosi. Pada daerah tersebut hasil erosi akan mengalami pengendapan bahan beserta senyawa kimia yang dikandungnya. Pengendapan itu akan mengakibatkan pendangkalan sungai, tertimbunnya tanah subur oleh lumpur, serta dangkalnya bendungan, bahkan pada beberapa kasus bisa membahayakan kesehatan karena mengandung senyawa kimia yang beracun.

  • Kehilangan Kesuburan Tanah (Daerah yang terkikis)

Tanah yang terkikis akan kehilingan lapisannya sehingga yang tersisa biasanya kurang subur dan memerlukan tindakan pemupukan.

  • Berkurangnya debit air pada sungai, danau serta waduk

Akibat pengendapan hasil erosi yang tertumpuk pada sebuah tempat, biasanya pada sungai, danau serta waduk. Maka erosi dalam jangka waktu panjang akan mengurangi debit air pada daerah tersebut karena hasil pengendapan semakin tebal.

Baca Juga :  √Deuteromycota: Pengertian, Ciri, Reproduksi, Siklus dan Contohnya

2. Dampak Positif

  • Menambah Kesuburan Tanah

Tanah yang terkikis biasanya ialah tanah subur. Jadi bila partikel hasil erosi jatuh di tempat yang kurang subur, maka proses pengendapan itu bisa membantu kesuburan tanah, karena partikel hasil erosi mengandung unsur hara yang penting untuk tanah.

  • Timbulnya inisiatif dan kesadaran

Adanya resiko erosi akan membuat kita sadar bahwa betapa pentingnya menjaga lingkungan. Oleh karena itu muncul aktivitas misalnya konservasi terhadap lahan kritis, penanaman pohon, dll. 

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Apa itu Erosi: Pengertian, Jenis, Proses, Penyebab, Dampak semoga bermanfaat

Baca Juga :