√Apa itu Dividen: Pengertian, Teori, Jenis, Tujuan, Pengaruh

Diposting pada
√Apa itu Dividen: Pengertian, Teori, Jenis, Tujuan, Pengaruh

Pengertian

Dividen merupakan sebuah bentuk pembagian keuntungan atau laba pada para pemegang saham dalam 1 periode tertentu berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Maksudnya, besar dividen tergantung dari besarnya saham masing-masing pemilik.

Ada pun yang mengatakan arti dividen ialah sebuah pembayaran yang dilakukan pada para pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan. Kebijakan dividen sangat berpengaruh pada laba dan kas dalam perusahaan malah lebih menguntungkan kepada pemilik saham bila tidak dikelola dengan kebijakan yang benar.

Suatu perusahaan bisa saja tidak membagikan dividen dengan tujuan pemakaian laba untuk melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis. Tapi, biasanya perusahaan menerbitkan dividen untuk meningkatkan kepercayaan para pemegang saham dalam jangka panjang, dan menarik investor baru yang sedang mencari sumber pendapatan tetap.

Teori Dividen

1. Teori Dividen Tidak Relevan

Menurut Modiglani dan Miller, nilai suatu perusahaan tidak ditentukan besar kecilnya Dividend Payout Ratio, namun ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan kelas resiko perusahaan.

Dengan begitu, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asset perusahaan ialah faktor penentu nilai perusahaan itu.

Baca Juga :  √Spermatophyta: Pengertian, Ciri, Jenis, Reproduksi, Manfaat

2. Teori The Bird in The Hand

Menurut Linter dan Gordon, saat Dividend Payout rendah maka biaya modal sendiri perusahaan akan meningkat. Hal tersebut dikarenakan investor lebih suka dividen ketimbang capital gains.

3. Teori Perbedaan Pajak

Teori kebijakan dividen menurut Litzenberger dan Ramaswamy, pajak diberlakukan pada dividen dan capital gains. Tapi, para investor lebih suka capital gains karena pemegang saham bisa menunda pembayaran pajak.

4. Teori Signaling Hypothesis

Ada bukti empiris yang menyebutkan bahwa bila ada kenaikan dividen maka akan diiringi dengan kenaikan harga saham. Ini menjadi alasan lain kenapa investor lebih suka dividen daripada capital gains.

5. Teori Clientele Effect

Menurut teori ini, para pemegang saham memiliki sudut pandang berbeda pada kebijakan dividen sebuah perusahaan. Dividend Payout Ratio yang tinggi lebih disukai oleh investor yang butuh penghasilan sekarang ini. Sementara investor yang tak begitu butuh uang sekarang ini lebih memilih bila perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.

Jenis-jenis Dividen

1. Dividen Tunai (Cash Dividend)

Cash Dividend merupakan metode pembayaran keuntungan secara tunai serta dikenai pajak hanya pada di tahun ketika pengeluarannya.

2. Dividen Saham (Stock Dividend)

Stock Dividend merupakan metode pembagian dividen yang dilakukan lewat penambahan jumlah saham tapi mengurangi nilai setiap saham dengan tujuan untuk tak mengubah kapitalitas pasar.

3. Dividen Properti (Property Dividend)

Property Dividend merupakan metode pembagian dividen yang dibayarkan lewat bentuk aset misalnya pada bisnis properti, tapi metode ini jarang dipakai dalam bisnis.

4. Dividen Interim (Interim Dividend)

Dividen interim merupakan dividen yang diumumkan kemudian dibayarkan sebelum perusahaan usai menulis keuntungan tahunan.

5. Dividen Hutang (Scrip Dividen)

Scrip Dividen merupakan pembagian dividen pada para pemegang saham dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa mendatang. Dividen scrip dapat berbentuk bunga atau tidak berbunga, serta bisa diperjualbelikan pada para pemegang saham lainnya.

Baca Juga :  √ Pendiri Kerajaan Pajang: Letak: Pengertian, Asal Usul, Daerah Kekuasaan, Pendiri, Sejarah.

6. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Dividen Likuidasi merupakan dividen yang keluar ketika dewan direksi akan melaksanakan likuidasi bisnis kemudian mengembalikan segala aset bersih yang tersisa kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai.

Tujuan Dividen

  • Memaksimalkan kemakmuran untuk pemegang saham.
  • Memperlihatkan likuiditas perusahaan.
  • Investor memamdang risiko deviden lebih rendah daripada risiko capital gain.
  • Memenuhi kebutuhan pemegang saham sebagai pendapatan tetap guna kebutuhan konsumsi.
  • Sebagai alat komunikasi antar manajer dan para pemegang saham.

Pengaruh Dividen

1. Dividen Menjadi Sumber Konflik

Kebijakan pembayaran dividen dapat menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dengan pemegang saham serta hasilnya dapat memunculkan biaya keagenan hutang.

2. Ketika Dividen Ditiadakan

Dividen yang dibatasi dalam perjanjian hutang perusahaan bisa berisiko pada rendahnya konversi dividen akibat perusahaan yang mengalami kesulitan sumber dana atau kas perusahaan.

Manajer perusahaan sering meniadakan dividen, padahal hal itu justru akan menjadi beban perusahaan untuk membayar lebih besar pada pemegang saham daripada saat mereka membagian dividen dalam jumlah rendah.

Meniadakan dividen merupakan pilihan yang buruk bagi sebuah perusahaan yang kesulitan keuangan, karena para pemegang saham dapat saja merasa dirugikan serta meminta bagian lebih besar.

3. Ketika Dividen Dinaikkan

Perusahaan yang menaikkan dividen untuk para investor padahal hutangnya sangat tinggi, dapat menjadi prespektif negatif untuk investor tersebut. Hal tersebut karena diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan hutang atau dana investasi lain dan mengabaikan kepentingan pembayaran hutang. Tentu hal tersebut membuat perusahaan rawan pada resiko kebangkrutan.

4. Daya Tarik Dividen

Perusahaan yang dapat memberikan dividen besar dengan tanggungan hutang yang sedikit bisa menjadi daya tarik untuk investor lain. Perusahaan akan dinilai mempunyai kemampuan secara moril ataupun finansial untuk mengelola perusahaan dengan benar tanpa belenggu hutang.

Baca Juga :  √ Batu Betangkup Beserta Asal Usulnya

Bisnis atau perusahaan yang mempunyai pengelolaan finansial yang baik memungkinkan profit yang lebih besar dikarenakan biaya produksi yang lebih rendah.

5. Menginvestasikan Dividen

Bisnis juga bisa berpengaruh pada penentuan kebijakan pembagian dividen. Profitabilitas seringkali dihasilkan dari penggunaan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.

Perusahaan sering menginvestasikan keuntungan yang diambil untuk lebih meningkatkan laba di masa depan. Padahal hal tersebut menyebabkan berkurangnya dana perusahaan sehingga investor mendapatkan dividen rendah.

Dilema kebijakan dividen sering menjadi kendala untuk para pimpinan perusahaan. Dividen tidak bisa diputuskan hanya dari keuangan perusahaan saja, tapi wajib memperhatikan resiko yang dapat ditimbulkan.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Apa itu Dividen: Pengertian, Teori, Jenis, Tujuan, Pengaruh semoga bermanfaat

Baca Juga: