√Apa itu Deposito: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi, Keuntungan

Diposting pada
√Apa itu Deposito: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi, Keuntungan

Pengertian

Deposito adalah sebuah produk bank yang mirip dengan jasa tabungan yang ditawarkan kepada masyarakat. Deposito merupakan produk penyimpanan uang di bank dengan sistem setoran yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah melewati waktu tertentu. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah lewat Lembaga Penjamin Simpanan yang memiliki syarat tertentu.

Seringkali deposito memiliki waktu tertentu yang mana uang didalamnya tidak bisa ditarik nasabah. Deposito hanya dapat dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito memiliki jatuh tempo 1, 3, 6 atau 12 bulan. Jika deposito dicairkan pada saat belum jatuh tempo, maka akan dikenakan pinalti sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan.

Deposito bisa diperpanjang dengan cara otomatis menggunakan sistem Automatic Roll Over (ARO). Deposito bisa diperpanjang secara otomatis sesudah jatuh tempo hingga pemilik mencairkan deposito tersebut.

Ciri-ciri Deposito

1. Setoran Minimal

Setoran minial deposito berbeda dengan membuka tabungan yaitu dibuka dengan jumlah yang kecil. Uang ditempatkan guna membuka deposito memerlukan jumlah yang lebih banyak daripada tabungan. Besaran pembukaan deposito di setiap bank tak sama.

2. Jangka Waktu

Penempatan deposito mewajibkan ada pengedapan dana dalam jangka waktu tertentu yang bisa ditentukan atau dipilih oleh nasabah yaitu 1, 3, 6 atau 12 bulan.

3. Jika Membutuhkan Uang Dan Ingin Mencairkan Dana Deposito

Ada jangka waktu pada penempatan deposito tadi membuat deposito tidak bisa diambil tunai setiap saat namun bisa pada saat jatuh tempo saja.

Baca Juga :  √ Chauvinisme Adalah : Pengertian, Sejarah, Ciri, Dampak dan Contohnya

4. Bila Terpaksa Harus Mencairkan Deposito

Jika sebuah saat nasabah mesti mencairkan deposito, maka bank akan memberikan denda pinalti pada setiap penarikan dana deposito yang belum jatuh tempo waktunya. Jumlah denda berbeda-beda dan bergantung kebijakan setiap bank.

5. Bunga Deposito

Bunga deposito yang diambil seringkali lebih besar dibanding dengan bunga tabungan, sehingga secara otomatis dana yang dipunyai akan berkembang dengan lebih cepat. Dana yang cepat berkembang tersebut bisa dipakai sebagai sarana untuk investasi daripada dipakai untuk tabungan.

6. Risiko Rendah

Tingkat suku bungan yang tinggi nyatanya tak membuat deposito sebagai simpanan yang berisiko tinggi tapi deposito masuk dalam produk simpanan yang berisiko rendah. Alasannya ialah deposito masih sama dengan produk simpanan.

Jenis-jenis Deposito

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah jenis tabungan berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan saat waktu tertentu. Deposito berjangka dikeluarkan bisa dengan atas nama perseorangan maupun lembaga. Uang yang disimpan, cuma bisa diambil saat jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyetnya. Deposito jenis ini ialah jenis deposito yang sudah dikenal pada masyarakat.

2. Sertifikat Deposito

Sertifkat Deposito ialah deposito yang dikeluarkan atas dalam bentuk sertifikat. Sertifikat itu tidak mengarah pada nama seseorang ataupun lembaga tertentu, sehingga bisa dipindahtangankan dan sangat mungkin untuk diperjualbelikan.

3. Deposito On Call

Deposito on Call ialah tabungan berjangka dengan waktu penyimpanan yang amat singkat, minimal 7 hari serta paling lama ialah kurang dari 1 bulan. Deposito tersebut hanya khusus untuk jumlah yang besar.

Fungsi Deposito

1. Fungsi Intern

Fungsi intern adalah fungsi strategis dalam membantu aktivitas operasional bank dengan ruang lingkup khusus bank itu sendiri. Jenis simpanan ini ialah salah satu sumber utama modal bank yang mudah pemakaiannya karena mempunyai limit waktu.

Baca Juga :  √Contoh Kalimat Majemuk : Pengertian, Ciri dan Jenisnya, Bertingkat, Setara

Deposito ini untuk sebuah bank fungsinya sebagai pemenuh kebutuhan modal bank, dan disisi lain pula membantu menjaga posisi likuiditas bank. Keperluan pada modal kerja sebuah bank harus selalu dipenuhi setiap saat sehubungan dengan salah satu fungsi yang utama yakni sebagai lembaga yang menyalurkan dana dari masyarakat berupa kredit dan sebagai lembaga pemberi kredit.

2. Fungsi Ekstern

Fungsi ekstern ini berkaitan dengan fungsi yang berada diluar perusahaan bank yakni sebagai lembaga yang pergerakannya pada bidang jasa yang bisa mempermudah arus pembayaran uang.

Dalam usaha mencapai tujuan pembangunan nasional diharapkan lembaga perbankan dapat berperan dalam mendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi serta stabilitas nasional kearah peningkatan perkembangan perekonomian nasional maupun internasional yang selalu bergerak cepat dan juga diikuti tantangan yang bertambah luas.

Deposito ini ialah jalan penghimpunan dana dalam jumlah yang besar, dengan begitu pemerintah sangat mengharapkan inisiatif dari masyarakat guna menanamkan dana yang lebih ini melalui deposito demi menujang pembangunan yang selalu memerlukan dana yang sangat besar.

Keuntungan Deposito

  • Suku bunga deposito sangat tinggi daripada produk tabungan lainnya.
  • Relatif aman karena dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)dan memiliki risiko rendah.
  • Kemudahan akses.
  • Dapat dijadikan sebagai jaminan kredit
  • Syarat untuk mendapatkan deposito sangat mudah.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Apa itu Deposito: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi, Keuntungan semoga bermanfaat

Baca Juga :