√Apa itu Asteroid: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh

Diposting pada
√Apa itu Asteroid: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh

Pengertian

Asteroid adalah planet minor atau planetoid yaitu benda-benda luar angkasa yang berukuran lebih kecil dibanding planet,namun lebih besar daripada meteoroid. Asteroid beda dengan komet dari jika dilihat dengan mata, yakni komet menampakkan koma sementara asteroid tidak. Sama halnya dengan planet dan komet, asteroid pun bergerak mengelilingi Matahari.

Sebagian besar kelompok asteroid sering dilihat berada di antara orbit planet Mars atau Yupiter.Pada Daerah ini biasa dikenal sebagai Sabuk Utama . Selain itu pun asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama,dan ada juga kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda-beda, misalnya kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA.

Ciri-ciri Asteroid

1. Bentuknya tidak beraturan

Tidak seperti planet, asteroid mempunyai bentuk yang tidak beraturan.Tapi, Bentuk dari asteroid ini lebih mirip dengan bebatuan kecil warna- warni penghias lampu, kadang lonjong, kadang bulat tapi mempunyai sudut-sudut.Oleh karena itu, asteroid merupakan batu ruang angkasa. Sedangkan permukaan asteroid pun tidak rata, tapi ada lubang-lubang kecil dan kawah.

2. Mengorbit pada matahari

Sebagian besar benda langit memang tidak mempunyai aktivitas yg sama yaitu mengorbit mengelilingi matahari. Tidak cuma planet saja asteroid pun mengorbit matahari. Asteroid tersebut mempunyai lintasannya sendiri untuk mengorbit pada matahari yang berbentuk lonjong . Dalam berputarnya mengelilingi matahari, asteroid berputar- putar atau terkadang sampai terjatuh tak tentu arah. Keadaan yang begitulah terkadang akan membuat bahaya karena jika menyentuh Bumi maka permukaan Bumi akan rusak dan bisa merusak kehidupan manusia di bumi.

Baca Juga :  √ Asal Usul Sungai Mahakam

3. Tersusun dari debu dan es

Elemen yang menyusun asteroid berasak dari debu dan es. Debu- debu tersebut akan menjadi beku karena adanya keberadaan es ini,dengan begiitu ditambah dengan jarak yang sangat jauh dari matahari.

4. Jumlahnya sangat banyak

Jumlah asteroid amatlah banyak di luar angkasa sana,lebih dari ribuan. Asterid tersebar di semua bagian langit, tapi yang paling banyak ada di sabuk asteroid yaitu di antara orbit planet Mars atau Jupiter. Di sabuk asteroid tersebut jumlah asteroid sekitar 750.000 asteroid.

5. Benda langit yang tidak aktif

Asteroid adalah satu satu nya benda langit yang tidak aktif,meskipun benda ini bergerak bebas di angkasa. Benda tersebut hanya mengorbit matahari saja dan tak aktif seperti meteor.

Jenis-jenis Asteroid

1. Jenis C (karbon yang kabu- abuan)

Adalah salah satu asteroid yang tersusun darti tanah liat dan batuan silikat. Asteroid tersebut kebanyakan akan berada di luar sabuk utama.

2. Jenis S (asteroid silicaceous)

Adalah asteroid yang terbuat dari bahan besi ataupun nikel. Kebanyakan mendominasi di sabuk dalam.

3. Jenis M (asteroid metalik)

Adalah asteroid yang terdiri dari besi atau nikel yang berwarna merah. Biasanya berada di tengah sabuk utama.

4. Jenis V

Adalah asteroid yang berasal dari batuan basaltik.

Contoh-contoh Asteroid

1. Ceres

Ceres merupakan sebuah planet kecil yang terletak di Sabuk Asteroid. Ceres ditemukan pada 1 Januari 1801 .pada Awalnya ketika ditemukan Ceres dianggap sebagai sebuah planet, tapi setengah abad kemudian dan selama 150 tahun seterusnya, Ceres dipastikan sebagai asteroid.

Pada 24 Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional sudah memutuskan untuk mengubah status Ceres menjadi benda angkasa terbesar di sabuk asteroid utama.

Baca Juga :  √ 12 Perjanjian Internasional Yang Diikuti Indonesia Dan Berdasarkan Sifatnya

2. Pallas

Pallas merupakan asteroid besar yang terletak dibagian di sabuk asteroid sistem tata surya dan merupakan asteroid kedua yang sudah ditemukan. Ditemukan serta dinamakan oleh astronom Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada tahun 1802.Pallas adalah salah satu dari 5 asteroid besar . Asteroid lumayan besar itu tak termasuk 704 Interamnia. Pallas berukuran sama seperti 4 Vesta.

3. Vesta

Vesta merupakan objek terbesar kedua di sabuk asteroid, dengan panjang diameter sebesar 530 kilometer serta diperkirakan mempunyai massa 9% dari massa seluruh sabuk asteroid. Dia sudah ditemukan oleh astronom Jerman Heinrich Wilhelm Olbers pada tanggal 29 Maret 1807. Nama Vesta diambil dari nama dewi perawan dalam mitologi Romawi, yang merupakan dewi pelindung atau penjaga untuk rumah dan perapian. Vesta ialah asteroid yang paling terang. Jarak yang terjauh Vesta dari Matahari sedikit lebih jauh dibanding jarak antara Ceres atau Matahari, sementara orbit Vesta sepenuhnya yang ada di dalam orbit Ceres.

4. Hygiea

Hygiea adalah sebuah asteroid yang letaknya ada di sabuk asteroid utama. Dengan begitu, diameter yang membujur sepanjang 300-500 km, dan mempunyai berat kira-kira 2,9% dari total massa sabuk, merupakan objek terbesar ke-4 di wilayah tersebut dalam hal volume dan massa. Dia adalah yang terbesar untuk kelas asteroid gelap tipe-C dengan permukaan yang sangat kaya karbon.Walaupun merupakan benda terbesar di wilayahnya, karena permukaannya yang gelap dan jaraknya yang secara rata-rata lebih jauh pada Matahari, maka ia tampak sangat redup saat diamati dari Bumi. Karena alasan tersebutada beberapa asteroid kecil yang lebih dulu ditemukan oleh Annibale de Gasparis sebelum dia menemukan Hygiea.

Pada sebagian besar oposisi, Hygiea memiliki magnitudo 4 order lebih redup daripada Vesta. Yang Mengamati Hygiea akan banyak memerlukan setidaknya teleskop 100mm , sementara pada oposisi perihelik, dia mungkin bisa diamati dengan binokular .

Baca Juga :  √ Pengertian Pancasila Sebagai Etika : Makna, Aktualisasi Dan Pengamalannya

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Apa itu Asteroid: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh semoga bermanfaat

Baca Juga :