√ Agama Kerjaan Bali: Sejarah, Raja,Peninggalan,Kehidupan Ekonomo, Sosial Budaya, Agama, Masa Kejayaan, Masa Keruntuhan

Diposting pada

Sejarah

Kerajaan Bali merupakan bagian dari sejarah kehidupan masyarakat bali. Bagian pemerintahan kerajaan di Bali pun beberapa kali berganti mengingat pada masa itu, terjadi banyak perselihan antara kerajaan yang memperebutkan daerah kekuasaan mereka. Kerajaan Bali pertama pada saat itu kemungkinan bernama Kerajaan Bedahulu serta dilanjutkan oleh kerajaan Majapahit. Sesudah Majapahit runtuh, kerajaan Gelgel mengambil alih, dan dilanjutkan oleh kerajaan Klungkung sesudahnya. Pada masa Klungkung, terjadi perpecahan yang menyebabkan kerajaan Klungkung terbagi menjadi 8 buah kerajaan kecil yang juga dikenal di Bali sebagai swapraja.

Walaupun tak banyak yang tahu mengenai sejarah kerajaan Bali, yang pasti adalah kerajaan Bedahulu atau yang biasa juga disebut Bedulu adalah kerajaan awal yang muncul di Bali. Kerajaan yang terpusat di Pejeng atau Bedulu, Gianyar, Kerajaan Bali tersebut berdiri pada sekitar abad ke-8 sampai abad ke-14. Konon katanya, kerajaan ini diperintah oleh salah 1 kelompok bangsawan yang bernama dinasti Warmadewa dengan Sri Kesari Warmadewa sebagai raja pertamanya.

Raja Raja

1. Sri Kesari Warmadewi.

2. Ratu Sri Ugrasena.

3. Tabanendra Warmadewa.

4. Jayasingha Warmadewa.

5. Jayashadu Warmadewa.

6. Sri Wijaya Mahadewi.

7. Dharma Udayana Warmadewa.

8. Maraka.

9. Anak Wungsu.

10. Jaya Sakti.

11. Bedahulu.

Peninggalan Kerajaan Bali

– Prasasti Blanjong

– Prasasti Panglapuan

– Prasasti Gunung Panulisan

– Prasasti-prasasti peninggalan Anak Wungsu

– Candi Padas di Gunung Kawi

– Pura Agung Besakih

Baca Juga :  √ Pengertian Walikota : Pengertian, Syarat, Tugas Dan Wewenang

– Candi Mengening

– Candi Wasan.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Bali

Kegiatan ekonomi masyarakat Bali berfokus pada sektor pertanian. Hal tersebut berdasarkan pada beberapa prasasti Bali yang memuat hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan bercocok tanam. Beberapa istilah adalah sawah, parlak (sawah kering), kebwan (kebun), gaga (ladang), dan kasuwakan (irigasi).

Di luar kegiatan pertanian pada masyarakat Bali juga ditemukan kehidupan adalah sebagai berikut.

1. Pande (Pandai = Perajin)

Mereka memiliki kepandaian membuat kerajaan perhiasan dari bahan emas dan perak, membuat peralatan rumah tangga, alat-alat pertanian, serta senjata tradisional.

2. Undagi

Mereka memiliki kepandaian memahat, melukis, dan membuat bangunan.

3.Pedagang

Pedagang pada masa Bali Kuno dibedakan atas pedagang laki-laki (wanigrama) dan juga pedagang perempuan (wanigrami). Mereka telah melaksankan perdagangan antarpulau (Prasasti Banwa Bharu).

Kehidupan Sosial-Budaya

1. Sistem Kesenian

Kesenian yang berkembang pada masyarakat Bali Kuno dibedakan atas sistem kesenian keraton dan juga sistem kesenian rakyat.

2. Sistem Kasta (Caturwarna)

Sesuai dengan kebudayaan Hindu di India, pada awal perkembangan Hindu di Bali sistem kemasyarakatannya pun dibedakan dalam beberapa kasta. TApi, untuk masyarakat yang berada di luar kasta disebut budak atau njaba.

3. Sistem Hak Waris

Pewarisan harta benda dalam sebuah keluarga dibedakan atas anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki mempunyai hak waris lebih besar dibandingkan anak perempuan.

4. Agama dan Kepercayaan

Masyarakat Bali Kuno walaupun sangat terbuka dalam menerima pengaruh dari luar, mereka tetap mempertahankan tradisi kepercayaan nenek moyangnya. Dengan demikian, di Bali dikenal ada penganut agama Hindu, Buddha, serta kepercayaan animisme.

Masa Kejayaan Kerajaan Bali

Masa kejayaan Kerajaan Bali terjadi pada saat Dharmodayana menjadi raja. Pada masa Dharmodaya, kerajaan tersenut mengalami kejayaan dengan sistem pemerintahan yang semakin jelas disbanding sebelumnya.

Baca Juga :  √Pengertian Pengendalian Sosial: Ciri, Jenis, Tujuan, Bentuk

Pada masa Dharmodayana ini, pihak kerajaan memperkuat hubungan itu dengan mengawinkan Dharma Udayana dengan Mahendradata, putri dari raja Makutawangsawardhana dari Jawa Timur. Hal tersebut akhirnya semakin memperkokoh kedudukan kerajaan di antara Pulau Jawa dan Bali.

Penyebab Keruntuhan Kerajaan Bali

Kerajaan Bali mengalami kejatuhan akibat siasat dariMahapatih Gajah Mada yang pada saat itu sedang memperluas ekspansinya kenusantara, awalnya dia mengajak raja Bali untuk berunding tentang penyerahankerajaan Bali ke tangan Kerajaan Majapahit, karena itulah patih Kebo Iwadikirim ke Majapahit untuk perundingan damai, namun sampai di sana, Kebo Iwapun dibunuh tanpa sepengetahuan kerajaan Bali, lalu Majapahit mengirim GajahMada yang berpura-pura mengajak berunding, akan tetapi kemudian dia membunuhraja Gajah Waktra sampai kerajaan Bali berada di dalam Kerajaan Majapahit.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Agama Kerjaan Bali: Sejarah, Raja,Peninggalan,Kehidupan Ekonomo, Sosial Budaya, Agama, Masa Kejayaan, Masa Keruntuhan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :