√ 5 Tokoh Penyusun Teks Proklamasi Dan Sejarahnya

Diposting pada

Sejarah Lengkap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, yang dimana teks proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta yang dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

√ 5 Tokoh Penyusun Teks Proklamasi Dan Sejarahnya

  • Tokoh yang Menyusun Teks Proklamasi

Berikut adalah tokoh-tokoh yang terlibat secara langsung dalam perumusan teks proklamasi.

  1. Ahmad Subardjo sebagai yang mengusulkan konsep kalimat pertama yang berbunyi; “ Kami rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan kami” yang kemudian berubah menjadi “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”.
  2. Soekarno yang menuliskan konsep kalimat kedua yang berbunyi; “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan, dan lain-lain akan diselenggarakan dengan cara yang secermat-cermatnya serta dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.
  3. Mohammad Hatta yang menggabungkan kedua kalimat di atas dan kemudian disempurnakan sehingga berbunyi seperti teks proklamasi sampai sekarang ini.
  4. Sayuti Melik yang mengetik naskah Proklamasi setelah di sempurnakan dari tulisan tangan Bung Karno.
  5. Sukarni yang mengusulkan supaya Bung Karno dan Bung Hatta yang mendatangani teks proklamasi atas nama bangsa Indonesia.

  • Detik-Detik Pembacaan Naskah Proklamasi

Pada waktu Dini hari tanggal 17 Agustus 1945, para pemimpin nasional beserta para pemuda kembali ke rumah masing-masing untuk menyiapkan penyelenggaraan pembacaan teks proklamasi setelah teks proklamasi selesai di rumuskan serta di sahkan (Perumusan dilaksanakan di rumah Laksamana Tadashi Maeda). Saat itu melalui mata-mata nya, Jepang mengetahui rencana dari pembacaan proklamasi dan juga mengira bahwa pembacaan proklamasi akan dilaksanakan di lapangan Ikada, karena itu tentara Jepang memblokade lapangan Ikada. Para Muda telah ramai berdatangan menuju lapangan Ikada dalam rangka menjadi saksi dari pembacaan teks proklamasi. Pemimpin Barisan Pelopor (Sudiro) juga datang ke lapangan Ikada dan juga ikut menyaksikan pasukan Jepang bersenjata lengkap telah memblokade lapangan Ikada. Sudiro lalu melaporkan keadaan itu kepada Muwardi (Kepala Keamanan Bung Karno). Sudiro yang kemudian mengetahui bahwa pembacaan proklamasi dipindahkan dari lapangan Ikada ke rumah Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Pada saat itu, halaman rumah Sukarno mulai ramai didatangi oleh masyarakat, menjelang pembacaan teks proklamasi. Dr. Muwardi mengutus Latief Hendraningrat guna menjaga keamanan pelaksanaan upacara dan juga untuk mengantisipasi gangguan dari tentara Jepang, dalam hal melaksanakan pengamanan Latief Hendraningrat dibantu oleh Arifin Abdurrahman. Suasana halaman rumah Sukarno sangat ramai. Suwiryo (Wakil Walikota Jakarta) meminta pada Wilopo untuk mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan. Wilopo lalu meminjam mikrofon dan juga beberapa pengeras suara ke toko elektronik milik Gunawan.

Sudiro (Pemimpin Barisan Pelopor) kemudian mengutus Komandan Pengawal rumah Sukarno, S. Suhud, untuk mencari tiang bendera. Suhud mendapatkan sebatang tiang bambu dari belakang rumah, dan langsung menancapkan bambu tersebut di dekat teras, lalu diberi tali sebagai kelengkapan untuk mengibarkan bendera. Di sisi lain, Fatmawati (Istri Sukarno) mempersiapkan bendera yang sudah dijahit dengan tangannya sendiri.

Di saat itu para pemuda mengiginkan agar pembacaan teks proklamasi segera dilakukan karena mereka sudah tidak sabar untuk menyaksikan proklamasi kemerdekaan negara Indonesia. Mereka mendesak Muwardi supaya mengingatkan Ir. Sukarno agar segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. tetapi Sukarno menolak apabila harus melaksanakannya sendiri tanpa didampingi Bung Hatta. Ketegangan pun terjadi lantaran Muwardi yang terus mendesak Sukarno untuk segera membacakan teks proklamasi tanpa harus menunggu kehadiran dari Bung Hatta. Untunglah, 5 menit sebelum pelaksanaan upacara, Bung Hatta datang serta langsung mendampingi Sukarno untuk segera melaksanakan upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia.

  • Pelaksanaan Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan

Pelaksanaan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan dilakukan pada 17 Agustus 1945 (hari Jum’at) di jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, yang sekarang menjadi jalan Proklamasi. Sejak pagi telah dilakukan persiapan di rumah Ir. Soekarno, untuk menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Banyak tokoh pergerakan nasional dan juga rakyat berkumpul di tempat itu. Mereka ingin menyaksikan secara langsung pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sesuai kesepakatan yang telah diambil di rumah Laksamana Maeda, para tokoh Indonesia menjelang pukul 10.00 WIB telah hadir di rumah Ir. Soekarno. Mereka hadir untuk menjadi saksi dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Acara yang disusun dalam upacara di kediaman Ir. Soekarno tersebut, antara lain yaitu sebagai berikut:

  • Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  • Pengibaran bendera Merah Putih
  • Sambutan Walikota Jakarta Suwiryo dan dr. Muwardi

Upacara proklamasi kemerdekaan berlangsung tanpa adanya protokol. Latief Hendraningrat memberi aba-aba siap pada seluruh barisan pemuda. Semua orang yang hadir berdiri tegak dengan sikap sempurna.

Suasana menjadi sangat hening ketika Bung Karno dan juga Bung Hatta dipersilakan maju beberapa langkah dari tempatnya. Dengan suaranya yang mantap, Bung Karno yang didampingi Bung Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Setelah pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan selesai, kemudian dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Saat itu Suhud bertugas mengambil bendera dari atas baki (nampan) yang telah disediakan serta mengibarkannya dengan bantuan Latief Hendraningrat. Sang Merah Putih mulai dinaikkan dan semua hadirin yang datang bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dinaikkan perlahan-lahan menyesuaikan syair lagu Indonesia Raya.

Setelah selesai pengibaran bendera Merah Putih acara dilanjutkan dengan sambutan dari Walikota Jakarta Suwiryo dan dr. Muwardi. Pelaksanaan upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dihadiri oleh para tokoh Indonesia lainnya, yaitu Mr. Latuharhary, Sukarni, Ibu Fatmawati, Mr. A.G. Pringgodigdo, Mr. Sujono, Ny. S.K. Trimurti, dan juga dr. Samsi,.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id megnenai √ 5 Tokoh Penyusun Teks Proklamasi Dan Sejarahnya, semoga artikel ini bermafaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ 5 Menteri Luar Negeri Yang Mendatangani Deklarasi Bangkok
Baca Juga :  √ Dongeng Rakyat Jawa Tengah
Baca Juga :  √ Cerita Dongeng Batu Menangis
Baca Juga :  √ Cerita Daerah Papua : Legenda Asal Usul Burung Cendrawasih