√21 Kelebihan Sistem Parlementer dan Kekurangannya

Diposting pada

Kelebihan Sistem Parlementer

Berikut beberapa kelebihan dari sistem parlementer, diantaranya

  1. Harmoni antara Eksekutif dan Legislatif

Disebuah Parlemen pemerintahan terdapat keharmonisan serta kerjasama yang begitu erat antara eksekutif dan legislatif. bagi menteri milik partai yang berkuasa atau yang menikmati mayoritas mendukung legislatif, tidak akan menghadapi banyak kesulitan dalam mendapatkan dukungan serta persetujuan legislatif untuk kebijakan serta program pemerintah.

√21 Kelebihan Sistem Parlementer dan Kekurangannya

  1. Bertanggung Jawab dan Bersih

Sementara untuk Dewan Menteri secara keseluruhan bertanggung jawab pada legislatif, menteri juga secara individu bertanggung jawab terhadap tindakan kelalaian dan juga komisi masing-masing. Dalam hal ini, mereka mencoba untuk tetap ‘bersih’. penentang, akan menjadi pengawas pemerintah, akan mengekspos pemerintahan yang korup atau tidak efisien.

  1. Pemerintahan Rakyat

Eksekutif Parlementer telah diakui sebagai wakil rakyat, sebagai pemerintahan rakyat yang nyata karena anggota legislatif, , menarik perhatian DPR terhadap masalah-masalah yang ada.

  1. Pengambilan Keputusan Cepat

Lord Bryc memuji bentuk dalam pemerintahan Parlementer untuk mengambil keputusan sangat cepat, disaat partai yang berkuasa mendapat dukungan mayoritas di legislative untuk memenuhi kemungkinan apa pun. Seperti pada sistem pemerintahan peresidensial maupun parlementer.

  1. Fleksibel

Fleksibilitas ada banyak di sistem pemerintahan Parlementer dalam mengatasi situasi yang berubah dan juga dalam keadaan darurat. Menyesuaikan diri pada realitas baru apa pun.

  1. Kondusif untuk Integrasi Nasional

Saat mencoba untuk mengatasi kekhawatiran berbagai daerah serta budaya bangsa, pemerintahan Parlementer membantu untuk mempromosikan integrasi nasional.

  1. Nilai Pendidikan

Kebijakan program pemerintah serta berbagai masalah orang dibahas di legislatif melalui pidato, pertanyaan, serta jawaban. Disaat pemilihan umum, beberapa isu penting harus dibahas oleh berbagai partai politik saat mencoba untuk mendapatkan suara orang. Hal ini membantu untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat untuk membentuk opini publik. Jadi, pemerintah Parlementer mempunyai nilai besar dari sudut pandang pendidikan politik rakyat.

  1. Mengurangi Beban Kerja

Di sistem parlementer, ada eksekutif ganda. dalam kata lain, ada Kepala Negara dan kepala pemerintahan. jadi,  dua eksekutif ini harus berbagi fungsi eksekutif, berbagi beban kerja untuk membuat pekerjaan menjadi lebih ringan.

  1. Menjamin Kontinuitas dalam Pemerintahan

Di setiap perubahan dalam pemerintahan, Kepala Negara tidak meninggalkan kantor. Cukup kepala pemerintahan yang melakukannya dan seluruh pemerintahannya. Keuntungannya ialah adanya seseorang yang memegang negara bersama sampai dengan pemerintahan baru terbentuk. Hal ini untuk memastikan adanya transfer kekuatan damai dari satu pemerintahan ke yang lainnya.

  1. Loyalitas pada Negara

Posisi Kepala Negara  merupakan non-partisan atau, setidaknya diharapkan. karena itu, Kepala Negara adalah perwujudan dari negara-negara bagian. sehingga, warga negara cenderung setia kepada Kepala Negara yang mewujud negara.

  1. Kurang Mungkin menjadi Diktator

Ciri sistem pemerintahan parlementer adanya oposisi resmi. Salah satu tugas utama oposisi ialah melindungi pemerintah tetap dalam pengawasan. Pemerintah yang terus diperiksa, pemimpin cenderung tidak akan berubah menjadi diktator.

  1. Lebih murah

Di sistem pemerintahan parlementer, kandidat bersaing untuk kursi di konstituensi mereka dan partai yang memenangkan kursi mayoritas diminta untuk membuat pemerintahan selanjutnya dipimpin oleh Perdana Menteri. Keuntungannya ialah hanya satu tingkat pemilihan serta pengeluaran yang dikenakan pun berkurang.

Kekurangan Sistem Parlementer

Berikut Kekurangan dari Sistem pemerintah Parlementer :

  1. Lemahnya Pemisahan Kekuasaan

Disistem ini, prinsip pemisahan kekuasaan dilanggar. Karena para menteri merupakan anggota partai yang berkuasa/koalisi, yang mendominasi pembuatan kebijakan. Pada prinsipnya, pembuatan kebijakan ialah ranah dari legislatif.

  1. Kabinet Kediktatoran

Dewan Menteri dukungan yang mayoritas di majelis rendah badan legislatif, lebih cenderung otoriter dan juga tidak bertanggung jawab. Mendapat dukungan mayoritas, menyebabkan ia tidak peduli pada perasaan serta pandangan oposisi. Dengan ini, Pemerintahan Kabinet direduksi menjadi pemerintah partai, serta demokrasi parlementer diubah menjadi Kabinet Kediktatoran.

  1. Kegagalan Mengambil Keputusan Prompt

Dewan Menteri yang tidak menikmati jabatan tetap, tidak mampu mengadopsi kebijakan yang berani serta berjangka panjang. Masalah ini diperparah saat pemerintah koalisi yang sering tidak stabil. Para mitra koalisi lebih sering berperang di antara mereka sendiri. Sehingga mereka gagal mengambil. kebijakan yang berani.

  1. Keberpihakan

Dalam sistem Parlementer, partai-partai politik dipandu dengan motif-motif partisan morel dari pada kepentingan nasional atau rakyat. Sedangkan partai yang berkuasa jarang melihat kebaikan apa pun dalam kritik oposisi. Sehingga oposisi sering kali menentang pemerintah demi oposisi.

  1. Pemerintah oleh Amatir

para menteri Parlemen tidak memiliki kompetensi serta efektifitas, dan kebanyakan amatir. disebabkan para menteri ditunjuk di antara anggota legislative. Sehingga untuk menunjuk orang-orang yang berbakat dan juga kompeten terbatas.

  1. Kontrol oleh Birokrasi

Kabinet yang kuat ialah birokrasi. Para menteri, yang kebanyakan amatir, terikat pada pegawai negeri sipil agar mendapatkan saran serta bimbingan ahli. Pegawai negeri sipil melaksanakan kekuatan nyata atas nama menteri. Mereka tidak keluar ke depan dan tidak bertanggung jawab terhadap legislatif.

  1. Mungkin hanyut dalam ketidakstabilan

Ada kecenderungan untuk melayang ke arah ketidakstabilan. Ini terjadi disaat mosi tidak percaya disahkan pemerintah oleh legislative serta harus mengundurkan diri. Dengan maksud lain, pemerintah dapat dikeluarkan dari kekuasaan sebelum waktu yang telah ditentukan. Ini dapat menghambat implementasi kebijakan pemerintah serta menghambat pengembangan.

  1. Kurangnya inisiatif pada bagian dari anggota parlemen

Dalam parlemen ada  trik kepatuhan untuk disiplin partai. Hal ini, Anggota Parlemen tidak dapat memberikan suara menentang kebijakan partainya sendiri. Sehingga Partai dapat mencambuk/mendorong setiap anggota parlemen ke dalam antrean. Sehingga menimbulkan keberpihakan, kurangnya keahlian dan kesulitan dalam mengambil keputusan.

  1. Parlemen Menjadi Tempat Kaderisasi untuk Pejabat-Pejabat Eksekutif

Pengalaman mereka yang menjadi anggota parlemen dimanfaatkan untuk bekal penting ketika menjadi menteri atau pejabat eksekutif lainnya.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √21 Kelebihan Sistem Parlementer dan Kekurangannya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga ;

Baca Juga :  √17 Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Baca Juga :  √Tujuan Norma: Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya
Baca Juga :  √Tujuan NKRI : Pengertian, Fungsi dan Tujuannya
Baca Juga :  √ Rotasi Bumi Adalah : Pengertian, Akibat, Proses dan Manfaatnya