√ 15 Cara Berkomunikasi Yang Baik Beserta Penjelasannya

Diposting pada

15 Cara Berkomunikasi yang Baik

  1. Memberikan perhatian penuh terhadap lawan bicara.

Kalau pendengar kita adalah salah satu skala prioritas, maka ada baiknya kita berusaha untuk meluangkan waktu untuk berbicara.  Kita beri perhatian penuh pada lawan bicara. Sebisa mungkin kita menghindari perhatian kita terpecah karena kita memikirkan hal yang lain.

15 Cara Berkomunikasi Yang Baik Beserta Penjelasannya

  1. Mengakui pikiran, gagasan, atau perasaan terhadap orang lain terlebih dahulu.

Maksudnya ialah perlihatkan kesiapan kita untuk mendengarkan dengan menyadari serta mendengar pikiran, gagasan, dan perasaan orang lain. Pemberian komentar memberitahu bahwa kita menyadari validitas perasaan orang lain.

  1. Berbicaralah dengan cara yang bisa diterima oleh orang lain.

Saat kita berhadapan dengan orang yang baru kita kenal, maka kita harus bisa berbicara dengan memakai kata-kata, nada suara, dan infleksi yang tepat. Walaupun begitu, potensi tak diterimanya pesan dengan baik oleh orang yang kita tuju juga sangat besar. Kalau kita melihat reaksi yang tidak sesuai, maka kita dapat dengan segera mengidentifikasi sumber kesalahpahaman serta menyatakan kembali pesan yang mau kita sampaikan dengan cara yang bisa diterima oleh orang yang bersangkutan.

  1. Berbicara dengan pelan.

Saat kita berinteraksi dengan orang lain maka kita harus berbicara dengan pelan, tak perlu keras-keras, serta tidak terburu-buru. Hal ini supaya orang lain mengerti dan memahami apa yang menjadi maksud dan tujuan kita berkomunikasi.

  1. Memberitahukan apa yang kita maksudkan dalam kata-kata yang berbeda.

Suatu komponen terpenting dan terkuat dari mendengarkan secara aktif adalah refleksi atau dikenal sebagai parafrase. Parafrase memberitahu orang lain bahwa kita berusaha untuk mengerti atau memahami. Parafrase juga mengklarifikasi komunikasi serta memperlambat proses percakapan. Cara melakukan parafrase ialah dengan mengulangi apa yang dikatakan oleh orang lain dengan memakai kata-kata sendiri tanpa memberikan penambahan apapun.

  1. Memberikan pertanyaan terbuka.

Pertanyaan bisa diberikan saat kita memerlukan pertolongan saat merasa tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan. Kita bisa melakukannya lewat uji penafsiran tentang apa yang dikatakan oleh orang lain. Caranya ialah dengan memberikan pertanyaan terbuka yang relevan serta biasanya dimulai dengan “apa”, “bagaimana”, “tolong jelaskan”, atau “gambarkan”.

  1. Menyusun intisari dan melakukan klarifikasi.

Kita mengumpulkan semua hal yang sudah kita dengar dan memastikan bahwa kita memahami apa yang dimaksud oleh orang lain. Hal tersebut menghindari kita dari persepsi  selektif. Saat kita melakukan persepsi secara selektif, maka kita sudah mengharapkan orang lain untuk bereaksi dalam cara tertentu seperti berdasarkan pengalaman masa lalu, atau berdasarkan cara kita bereaksi. Lalu kita memberikan respon pada reaksi yang sebelumnya sudah ditentukan bukan yang sebenarnya. Hal tersebut tidak membantu dan komunikasi yang terjadi ialah komunikasi yang tidak jelas. Menjadi jelas bisa membantu orang lain mengklarifikasi berbagai pilihan yang mungkin.

  1. Memberikan pendapat.

Hal tersebut dilakukan dengan memberikan pertanyaan apakah orang yang bersangkutan mempunyai keinginan untuk mendengar pendapat kita atau tidak. Kalau orang yang bersangkutan tak menginginkannya, maka kita jangan memberikan pendapat.

  1. Memberikan perhatian kepada berbagai petunjuk yang dibutuhkan untuk menjelaskan apa yang menjadi maksud kita.

Saat berinteraksi dengan orang lain, maka kita akan menerima berbagai pertanyaan yang sering menstimulasi pemikiran hingga kita melihat perbedaan apa yang menjadi tujuan kita dengan persepsi orang lain. Untuk itu, kita harus fokus dengan berbagai petunjuk yang dibutuhkan untuk mendukung penjelasan yang kita sampaikan.

  1. Melakukan koreksi dengan segera ketika melakukan kesalahan dalam berbicara.

Terkadang, kita membuat pernyataan yang membuat kita menyadari dengan segera bahwa ada kesalahan dalam pemikiran kita. Yang harus kita lakukan ialah jangan mengingkari kesalahan yang sudah kita buat tapi segera mengakui dan memperbaiki kesalahan sesegera mungkin.

  1. Berhenti sejenak dan mendengarkan orang lain.

Saat kita berada dalam diskusi atau bertukar pendapat dengan orang lain, seringkali kita mengalami kesulitan untuk hanya mendengarkan pendapat orang lain. Seringkali kita merasa takut pendapat kita  tak akan didengar dan untuk menutupinya kita akan terus tetap berbicara serta memaksa orang lain untuk mendengarkan. Perilaku seperti ini bukanlah perilaku yang baik kalau merujuk pada etika komunikasi secara umum.  Begitu juga dalam etika komunikasi organisasi, etika komunikasi bisnis, etika komunikasi antar pribadi, dan etika public relations, perilaku seperti ini mesti dihindari karena membuat orang lain tidak ingin mendengarkan apa yang menjadi pemikiran kita.

  1. Paksakan diri kita untuk mau mendengarkann apa yang dikatakan orang lain.

Saat kita bisa berhenti sejenak tapi pemikiran kita masih terus berjalan, maka hal itu bisa membuat kita tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh orang lain. Untuk itu, hal yang bisa kita lakukan adalah memaksakan diri kita sendiri untuk benar-benar mendengar apa yang dikatakan oleh orang lain. Teknik yang biasa dipkaia dalam komunikasi terapeutik dalam keperawatan ini hendaknya tidak dilakukan dalam setiap saat karena hal itu bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman.

  1. Bersikap sabar ketika mendengarkan orang lain.

Kita mesti sabar mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Caranya ialah dengan menghindari melakukan prediksi pada apa yang akan dikatakan oleh orang lain dan tetap fokus pada apa yang sedang dikatakan oleh orang lain. Melakukan prediksi bisa mengarahkan kita pada kesalahan dalam memberikan respon. Hal ini bisa menimbulkan keslahapahaman yang tidak perlu.

  1. Melakukan konfirmasi atas apa yang kita pahami.

Saat kita berinteraksi dengan orang lain untuk pertama kalinya, kemungkinan untuk terjadinya kegagalan komunikasi sangat besar. Kalau kita tidak yakin tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, memberikan pertanyaan ialah jalan terbaik. Kalau kita merasa yakin dengan apa yang kita pikirkan, maka tak ada salahnya kita menyatakan kembali apa yang kita pikirkan untuk mengkonfirmasi pemahaman bersama. Tentang dengan hal ini, dalam teori pengurangan ketidakpastian sudah dijelaskan bahwa kita cenderung memakai komunikasi untuk meminimalisir perasaan ragu-ragu saat berinteraksi dengan orang lain. Juga dalam teori disonansi kognitif yang menjelaskan kecenderungan kita untuk mengurangi disonansi atau ketidaknyaman dalam situasi tertentu.

  1. Mengingat percakapan sebelumnya.

Mengingat dan memanggil kembali berbagai informasi yang kita simpan sebelumnya ialah salah satu elemen penting dalam komunikasi intrapersonal. Saat berkomunikasi, ada baiknya kita tetap mengingat apa yang sudah kita komunikasikan sebelumnya. Supaya komunikasi yang terjalin bisa berjalan berkesinambungan. Semakin banyak yang bisa kita ingat tentang isi percakapan sebelumnya, maka kita akan bisa berkomunikasi secara lebih baik dan percakapan selanjutnya.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ 15 Cara Berkomunikasi Yang Baik Beserta Penjelasannya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ Jaringan Komputer adalah: Pengertian, Manfaat dan Macamnya
Read More  √ Apa itu Wirausaha : Pengertian, Tujuan,Cara, Ciri, Manfaat
Read More  √ Apa itu Modernisasi : Pengertian, Ciri-ciri,Dampak, Hubungan