√Kabut: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Prosesnya

Diposting pada
√Kabut: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Prosesnya

Pengertian

Kabut adalah kumpulan tetesan air yang berukuran sangat kecil serta melayang-layang di udara. Kabut mirip seperti awan, tapi awan tidak menyentuh permukaan tanah sedangkan kabut dapat menyentuh permukaan tanah. Kabut biasanya terlihat didaerah yang dingin atau dataran tinggi.

Jenis-jenis Kabut

1. Kabut Advection

Kabut advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melewati sebuah permukaan yang bersuhu tidak sama. Salah satu contoh kabut jenis ini ialah kabut laut yang terjadi saat udara basah serta hangat mengalir di atas permukaan yang dingin. Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai serta tepian danau.

Salah satu jenis yang lain dari kabut ini disebut juga dengan kabut uap. Kabut tersebut berasal dari aliran udara dingin yang lewat air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara alami bertemu dengan udara dingin. SAat udara mencapai titik jenuhnya, kelebihan uap air dengan cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air. Kabut uap tersebut sering terlihat  ketika udara dingin bertiup di atas danau yang luas serta bertiup di atas danau yang hangat.

2. Kabut Frontal

Kabut ini adalah kabut yang terbentuk dari pertemuan antara 2 massa udara yang berbeda suhunya. Kabut tersebut terbentuk saat hujan turun dari massa udara yang hangat ke massa udara yang dingin dimana uap air menguap. Hal iitu menyebabkan uap air oleh udara dingin melalui titik jenuh.

3. Kabut Radiasi

Kabut radiasi adalah kabut yang terbentuk ketika malam tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke udara. Satu lapis kabut terbentuk di semua permukaan tanah serta secara berkala bertambah tebal. Kabut radiasi biasa ada di lembah-lembah yang dalam.

Baca Juga :  √Zygomycota: Pengertian, Ciri, Peran dan Cara Reproduksinya

4. Kabut Gunung

Kabut gunung adalah kabut yang terbentuk saat uap air bergerak ke atas melalui lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sehingga tidak bisa menahan uap air. Titik-titik kabut itu lalu terbentuk di sepanjang lereng gunung.

Manfaat Kabut

  • Melembabkan kulit.
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman.
  • Menjaga kelembaban udara.
  • Menyejukkan udara.

Proses Terbentuknya Kabut

Uap air di dekat permukaan tanah membentuk gumpalan yang hampir mirip dengan awan. Kabut tersusun dari butiran-butiran air yang menguap dari permukaan bumi yang berdiameter kurang dari 0,1 mm. Namun ada pula kabut yang mengandung butiran-butiran air berdiameter lebih dari 0,1 mm. Butiran-butiran air itu lalu mengambang di atmosfer dengan ketinggian kurang dari 1.000 meter dari permukaan bumi.

Supaya kabut terbentuk, uap lembab mesti meninggalkan udara serta melakukan proses mengembun. Ketika udara didinginkan, kabut mulai terbentuk. Syarat terbentuknya kabut selanjutnya ialah udara yang sejuk bercampur dengan udara yang kurang sejuk (sebagai akibat dari aliran udara). Jika aliran udaranya rendah, proses pendinginan hanya berlangsung di sekitar permukaan tanah serta membentuk embun. Ketika aliran udara meningkat dengan cepatnya, proses pendinginan berlangsung di tempat yang tinggi serta membentuk awan. Jadi, aliran udara yang mencampurkan udara dingin ke  udara yang lebih hangat mesti mengalir secara perlahan supaya kabut terbentuk.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Kabut: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Prosesnya semoga bermanfaat

Baca Juga: