√Batuan Beku: Pengertian, Ciri, Proses dan Jenis-jenisnya

Diposting pada
√Batuan Beku: Pengertian, Ciri, Proses dan Jenis-jenisnya

Pengertian

Batuan Beku adalah batuan yang terbentuk dari pengerasan serta pendinginan magma dengan atau tanpa proses kristalisasi. Batuan beku yang terbentuk di bawah permukaan bumi biasanya disebut batuan intrusif (plutonik) sementara batuan beku yang terbentuk di atas permukaan bumi biasanya disebut batuan ekstrusif (vulkanik). Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan oleh para peneliti, serta sebagian besar dari batu itu terbentuk di bawah permukaan bumi.

Ciri-ciri Batuan Beku

1. Warna Batuan Beku

Warna batuan beku bervariasi dari hitam, abu-abu serta putih cerah. Warna tersebut sangat dipengaruhi oleh komposisi mineral penyusun batuan beku tersebut. Pencampuran warna mineral adalah faktor utama pewarnaan batuan beku. Contohnya saat terjadi pencampuran mineral hitam pekat dengan putih pasti biasanya akan terbentuk batuan beku hitam berbintik putih.

2. Tekstur Batuan Beku

Tekstur dari batuan pun tergantung dari jenis mineralnya. Komposisi dari mineral itu akan berhubungan dengan ukuran butir, tingkat kristalilasi, serta bentuk kristal.

3. Tingkat Keseragaman Butir

Equigranular, jika kristal penyusunnya berukuran relatif seragam. Butir-butir penyusun batu itu ukurannya hampir sama antara yang satu dengan lainnya.

Inequigranular, jika ukuran butir kristal penyusunnya berbeda.

4. Bentuk Kristal

Euhedral, jika kristal berbentuk sempurna, serta dibatasi oleh bidang kristal yang ideal (tegas, jelas teratur).

Subhedral, kristalnya dibatasi oleh bidang-bidang kristal yang tidak jelas, sebagian teratur, sebagian tidak.

Baca Juga :  √ Arti tentang Bahaya Narkoba Bagi Pelajar : Pengertian, Faktor, Dampak dan Ciri-Ciri Penyalahgunaan

Anhedral, kristalnya dibatasi oleh bidang-bidang kristal yang tak tersusun.

5. Visualisasi Granularitas

Jenis-jenis Granularitas

  • Afanitik

Batuan beku berbutir sangat halus, sehingga mineral atau kristal penyusunnya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang atau kaca pembesar.

  • Fenerik

Batuan beku yang bisa diamati mineral penyusunnya, baik itu dalam bentuk kristal, ukuran butir, serta hubungan antar butir.

6. Tingkat Kristalisasi

  • Holokristalin

Batuan tersusun semuanya oleh kristal.

  • Holohialin

Batuan seluruhnya tersusun oleh gelas atau kaca.

  • Hipokristalin

Tersusun oleh sebagiannya kaca serta sebagiannya lagi oleh kristal.

Proses Terjadinya Batuan Beku

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, batuan beku terbentuk dari pembekuan magma. Magma sendiri terbentuk di dalam perut bumi disebabkan gesekan dari dua lempeng bumi. Gesekan tersebut akan meningkatkan suhu serta tekanan di lokasi gesekan. Ditambah juga cairan dari samudra-samudra maka terbentuklah magma. Lalu pembekuan dari magma baik itu saat masih di dalam bumi, di lereng gunung, atau saat sampai di permukaan daratan menciptakan batuan beku.

Jenis-jenis Batuan Beku

1. Batuan Beku Berdasarkan Tempat Terbentuknya

  • Batuan Beku Dalam

Batuan Beku Dalam merupakan batuan beku yang terbentuk di dalam perut bumi, bahkan beberapa terbentuk dekat dengan dapur magma. Hal tersebut terjadi karena proses pendingan yang sangat cepat serta magma yang sangat kental. Batuan tersebut biasanya disebut dengan batuan plutonik atau deep seated rock Contohnya adalah batuan granit.

  • Batuan Beku Korok

Batuan Beku Korok ialah batuan beku yang terbentuk pada celah-celah litosfer (kerak bumi) atau lereng gunung. Batuan tersebut terbentuk di dekat permukaan bumi. Batuan tersebut biasanya disebut dengan batuan beku dike rock Contohnya adalah batu diorit.

  • Batuan Beku Luar

Batuan Beku Luar adalah jenis batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi. Berasal dari berlangsung karena proses pembekuan berlangsung lambat, sehingga magma telah menjadi lava (sudah keluar dari gunung).

Baca Juga :  √Apa itu Asteroid: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh

2. Batuan Beku berdasarkan kandungan SiO2 (silikat dioksida)

  • Batuan Beku Asam

Batuan Beku Asamadalah jenis batuan beku yang kandungan silikatnya lebih dari 66%.

  • Batuan Beku Intermediate

Batuan Beku Intermediate adalah jenis batuan beku yang kandungan silikatnya antara 52-66%.

  • Batuan Beku Basa

Batuan Beku Basa adalah jenis batuan beku yang kandungan silikatnya antara 45% sampai 52%.

  • Batuan Beku Ultrabasa

Batuan Beku Ultrabasa adalah jenis batuan beku yang kandungan silikatnya kurang dari 45%.

3. Batuan Beku berdasarkan Indeks Warnanya

Pendapat dari S.J Shand

  • Leucoctaris Rock

Leucoctaris Rock adalah batuan beku dengan kadar mineral mafik kurang dari 30%.

  • Mesococtik Rock

Mesococtik Rock adalah batuan beku dengan kadar mineral mafik antara 30 – 60%.

  • Melanocractik Rock

Melanocractik Rock adalah batuan beku dengan kadar mineral mafik lebih dari 60%.

Pendapat S.J. Ellis

  • Holofelsic

Holofelsic adalah batuan beku yang indeks warnanya kurang dari 10%.

  • Felsic

Felsic adalah batuan beku yang indeks warnanya 10-40%.

  • Mafelsic

Mafelsic adalah batuan beku dengan indeks warna 40-70%.

  • Mafic

Mafic adalahh batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

4. Batuan Beku Berdasarkan Jenisnya

  • Batu Apung

Batu Apung adalah batu berwarna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, serta terapung dalam air. Batu apung terbentuk dari magma yang sudah dingin berupa gelembung-gelembung gas. Batu apung berfungsi guna mengamplas atau menghaluskan kayu. Di bidang industri, batu apung dipakai sebagai bahan pengisi (filler), isolator temperatur tinggi, serta kegunaan lain.

  • Batu Obsidian

Batu Ibsidian adalah batu yang berbentuk mirip kaca dan tidak ada kristal-kristal. Batu tersebut terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat. Batu tersebut berfungsi sebagai alat pemotong atau ujung tombak (pada zaman dahulu) serta dijadikan sebagai kerajinan.

  • Batu Granit
Baca Juga :  √ Mengenal Kebijakan Fiskal

Batu Granit adalah batu yang terdiri dari kristal-kristal kasar, berwarna putih sampai abu-abu, serta beberapa yang berwarna jingga, Batuan tersebut banyak di temukan di pinggiran pantai dan sungai besar, serta di dasar sungai. Batu tersebut terbentuk dari pendinginan magma yang terjadi secara perlahan di bawah permukaan bumi. Batu ini biasa dipakai sebagai ubin lantai.

  • Batu Basalt

Batu Basalt adalah batuan yang terdiri dari kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuan serta ada banyak lubang-lubang kecil. Batu basalt  dari pendinginan lava yanng mengandung gas namun gasnya sudah menguap. Batu basalt tersebut berfungsi sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan, poondasi bangunan atau jalan, dsb.

  • Batu Diorit

Batu Diorit adalah batu yang biasanya berwarna kelabu bercampur putih atau hitam bercampur putih. Batu diorit terbentuk dari hasil peleburan lantai samudera.  Batu diorit berfungsi sebagai ornamen dinding serta lantai bangunan gedung. Bisa juga dipakai sebagai bahan bangunan.

  • Batu Andesit

Batu Andesit adalah batuan yang bertekstur halus, berwarna abu-abu hijau ada juga merah serta jingga. Batu andesit berasal dari lelehan lava gunung merapi yang meletus, lalu membeku suhu lava yang meleleh turun antara 900 sampai 1.100 Derajat Celcius. Batu andesit biasanya dipakai ornamen pengindah dinding rumah, pagar.

  • Batu Gabro

Batu gabro adalah batuan yang berwarna hitam, hijau, atau abu-abu gelap, tidak ada rongga atau lubang udara ataupun retakan-retakan di dalamnya. Mineral terlihat secara jelas dan mineral yang besar menunjukkan bahwa mineral terbentuk pada suhu pembekuan yang relatif lambat sehingga terlihat mineralnya besar.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Batuan Beku: Pengertian, Ciri, Proses dan Jenis-jenisnya semoga bermanfaat

Baca Juga: